Cerita Nimas di malam ke-11 Ramadhan
Cahaya di Malam ke-11: Perjalanan Mengantar Keajaiban Kecil ke Cibaliung Malam ke-11 Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda. Bukan tentang bisingnya pasar takjil atau syahdunya tadarus di masjid dekat rumah, melainkan tentang sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi rasa syukur. Malam ini, Nimas masih berada di balik kemudi, menembus aspal yang membelah kegelapan, membawa pulang sejuta cerita dari RSUD Banten menuju Cibaliung. Perjalanan ini dimulai pukul 13.30 siang dari Pandeglang. Tujuannya satu, menjemput adik ipar dan anggota keluarga baru kami yang telah dinanti. Tepat pukul 15.00, kami tiba di RSUD Banten. Di sana, ayah dari adik ipar Nimas sudah bersiap di pintu keluar, merapikan barang-barang dengan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan binar bahagia. Momen paling magis adalah saat saya pertama kali menggendong bayi mungil itu. Seorang anak perempuan yang cantik dan lucu. Di tengah lelahnya berpuasa, kehadirannya seperti energi baru yang seketika menghapus dahaga. Terlebih N...