Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Cerpen: Rindu di Kamar Sebelah

Gambar
Rindu di Kamar Sebelah  Oleh: Nimas Hawa dingin malam merayap masuk lewat celah jendela, menembus tirai tipis yang bergoyang pelan. Nyimas menarik selimutnya sampai ke dagu, mencoba memerangkap kehangatan di dalam. Namun, kehangatan itu terasa hampa. Malam ini, kasur mereka yang biasa penuh tawa dan kehangatan, terasa begitu luas dan kosong. Di sisi tempat tidurnya, bantal Guntur, suaminya, tergeletak rapi, seolah menanti kepulangan pemiliknya. Di kamar sebelah, samar-samar terdengar suara batuk. Suara itu, meski pelan, bagai pukulan di dada Nyimas. Guntur sedang sakit, dan demi cintanya yang besar, ia memilih memisahkan diri agar Nyimas dan si kecil tidak tertular. "Jangan dekat-dekat dulu ya, sayang. Nanti kamu ikut sakit," bisiknya sore tadi, dengan suara serak. Meskipun Nyimas bersikeras, "Aku tidak apa-apa, Bang. Aku mau merawat Abang," Guntur tetap teguh. Ia lebih memilih kesepiannya sendiri daripada melihat orang-orang yang dicintainya menderita. Nyimas memej...