Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Cerita Nimas: Menghadiri Acara Khataman Si Bungsu di PPTQ Tarbiyatul Athfal-Maja Pandeglang

Gambar
Minggu, 25 Januari 2026 – Hari ini, hati Nimas rasanya campur aduk. Ada rasa haru yang menyeruak sekaligus bangga yang luar biasa. Saat ini, Nimas sedang berada di PPTQ Tarbiyatul Athfal Maja, Pandeglang, menghadiri acara yang sudah kami nantikan sekeluarga: Khataman putra bungsu, Dd Mizan. Lokasi Strategis di Jantung Maja Buat kalian yang orang Pandeglang, pasti tahu betapa strategisnya lokasi pondok ini. Letaknya dekat sekali dengan lampu merah Maja dan bertetangga dengan RS Permata Ibunda. Meskipun berada di pusat keramaian, begitu masuk ke area ponpes, suasananya berubah menjadi sangat tenang dan khidmat. Pesan Mendalam dari Pak Haji Konong Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Setelah pembukaan yang nasionalis dengan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila, ada sesi sambutan dari KH. Nashrudin atau yang akrab kami panggil Pak Haji Konong. Satu hal yang bikin saya nyess adalah saat beliau berpesan:  "Kita pintar karena guru, kita besar karena ayah dan ibu. " "Guru it...

Cerita Nimas Ikut Pelatihan Menulis Bersama Guru Se-Kabupaten Pandeglang

Gambar
  Hai, Bapak dan Ibu Guru hebat se-Kabupaten Pandeglang! Bagaimana kabar semangat literasinya hari ini? Rabu, 14 Januari 2026, mungkin bagi sebagian orang adalah hari Rabu biasa. Namun, bagi kami yang berkumpul di Pucuk Pare Coffee & Resto , juga bagi rekan-rekan yang menyimak via layar daring dari sekolah masing-masing, hari ini adalah "Hari Patah Hati" bagi rasa malas. Kenapa? Karena hari ini LKKP Kabupaten Pandeglang bersama PGRI resmi menabuh genderang perang melawan kemacetan ide melalui Pelatihan Menulis bagi Guru. Suasananya? Khidmat tapi seru! Bayangkan saja, acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dindikpora, Ketua PGRI Pandeglang, Ketua Dewan Pendidikan, hingga seluruh Korwil. Ini bukti kalau urusan menulis guru bukan lagi sekadar hobi sampingan, tapi sudah jadi agenda besar untuk mutu pendidikan di tanah jawara ini. Narasumber pertama kita bukan orang sembarangan. Beliau adalah Bapak Bambang Wisudo, mantan Redaktur Harian Kompas yang kiprahnya di dunia ti...

Jejak Sunyi AA Kiki Mengejar Ridho Ilahi

Gambar
Di saat musim libur tiba dan jalanan dipenuhi langkah kaki yang bergegas pulang menuju pelukan rumah, ada sebuah cerita yang tertinggal di sudut pesantren yang tenang. Jika sang adik, Ammar, telah kembali untuk membasuh rindu, si sulung yang kita cintai, Aa Kiki, memilih untuk tetap tegak dalam penantian yang suci. Ia memilih untuk tidak pulang. Bukan karena rindu yang telah pudar, melainkan karena ada janji yang sedang ia rangkai bersama Sang Pencipta: Menuntaskan hafalan Al-Qur'an. Rumah Sang Kyai: Oase Penyejuk Jiwa Kaki Aa Kiki melangkah mantap menuju kediaman ustadz badalnya, KH. Samsul Anam. Di bawah atap rumah Pak Yayi yang penuh berkah, ia menemukan ketenangan yang tak ditemukan di tempat lain. Baginya, setiap sudut rumah itu adalah ruang jeda yang sempurna untuk meresapi setiap ayat, menghalau bising dunia, dan membiarkan kalam Ilahi menetap abadi di dalam dadanya.  “Ada kedamaian di sini,” bisiknya dalam hati. Di rumah Sang Guru, waktu seolah berhenti, membiarkan Aa Kiki ...

Diantara Rindu dan Do'a: Mengantar Ammar Kembali ke MQ Tebuireng Jombang

Gambar
Dua minggu adalah waktu yang singkat, namun cukup untuk mengisi kembali relung hati yang sempat rindu. Rasanya baru kemarin pintu rumah terbuka menyambut kepulangan Ammar, putra tengahku. Namun hari ini, kalender mengingatkan bahwa masa jeda itu telah usai. Liburan telah genap, dan tiba saatnya Ammar kembali melangkah menuju kawah candradimuka, MQ Tebuireng, Jombang. Perubahan Batin yang Menyejukkan Sebagai seorang Ibu, Nimas menyaksikan sebuah transformasi yang indah dalam liburan kali ini. Ada perbedaan nyata antara Ammar yang dulu dengan Ammar yang kini telah ditempa di pondok. Pesantren rupanya bukan hanya tempatnya menghafal ayat, tapi juga tempat hatinya dilembutkan. Perubahan itu nampak pada hal-hal sederhana namun sangat menyentuh. Kini, Ammar tumbuh menjadi anak yang penuh syukur. Apapun makanan yang Nimas sajikan di meja makan, ia santap dengan lahap tanpa keluhan. Ia seolah menghargai setiap tetes keringatku lewat binar mata dan sikapnya yang kian santun. Kasih sayangnya kin...