Sebuah Renungan Di Hari Ke-3 Ramadhan: 3 Penghalang Terkabulnya Do'a.
Sahabat, bagaimana puasa hari ke-3 ini? Tentu masih semangat dong?
Lebaran 27 hari lagi, yuk tetap semangat jalani ibadah puasa dengan penuh cinta
kepada Allah SWT.
Sahabat, di hari ke-3 Ramadhan ini, disela-sela waktu luang, Nimas
sedang merenung, mengingat ada do’a yang saat ini masih Nimas panjatkan
mengharap tangan Ilahi memberikannya di saat yang tepat. Dalam perenungan ini,
Nimas teringat pesan dari Abih KH. Emi, Ketua MUI Karangtanjung ketika
menyampaikan dakwahnya dalam acara pengajian rutin MUI tingkat Kecamatan yang dilaksanakan
di Kampung Nimas, di Kampung Ciliang pada tanggal 5 Februari lalu.
Dengan gaya penyampaian yang lugas namun santai, beliau mengingatkan
kita bahwa ada "kerikil" dalam diri yang seringkali menyumbat aliran
doa. Apa saja yah? Berikut adalah tiga hal utama yang perlu kita waspadai:
1. Konsumsi Harta Haram
Apa yang masuk ke dalam perut adalah bahan bakar bagi jiwa. Abih KH. Emi
menekankan bahwa memakan harta haram memiliki dampak domino yang berbahaya,
diantaranya:
- Malas
Beribadah: Tubuh yang tumbuh dari harta tidak berkah
cenderung berat untuk diajak sujud.
- Penurunan
Kualitas Berpikir: Harta haram dipercaya dapat membuat otak
menjadi "lemot" atau tumpul dalam menangkap hidayah dan ilmu
agama. Astaghfirullah….
2. Lisan yang Gemar Ghibah
Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain adalah polusi bagi lisan. Abih
KH. Emi mengingatkan bahwa lisan yang kita gunakan untuk berzikir seharusnya
adalah lisan yang bersih
Bagaimana mungkin lisan yang digunakan untuk merobek dan menjatuhkan
kehormatan sesama, dapat dengan mudah menembus pintu langit saat memohon
kebaikan? Mengotori lisan dengan ghibah ibarat mengotori wadah do’a
kita sendiri. Meskipun wadah tersebut berisi madu (doa), jika wadahnya kotor tentu
akan tertolak.
Nimas juga teringat dakwah Aa Gym yang pernah mengatakan bahwa jika
kita diberi susu kambing lengkap dengan “kotorannya” apakah kita mau
meminumnya? Tentu saja tidak bukan? Itulah betapa pentingnya kita menjaga
lidah karena ini adalah kunci agar doa
memiliki "bobot" dan keberkahan di hadapan Allah. Dan tentu saja
sebagai insan yang selalu berharap kepada Allah, suatu saat nanti do’a kita kan
Allah kabulkan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
3. Penyakit Hati yang Berkarat
Hati adalah cermin. Jika hati dipenuhi oleh iri, dengki, hasud, dan
takabur (sombong), maka cermin tersebut akan buram. Penyakit-penyakit ini
tidak hanya merusak amal, tetapi juga menjadi penghalang besar bagi turunnya
rahmat.
Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Ust. Husen dalam pengajian rutin
keluarga yang kami laksanakan setiap malam minggu. Dalam kajian kitab Nashoihul
‘Ibad, Ust. Husen menyampaikan konsep “RUNTAH” yang harus kita jauhi. Apakah
itu?
Riya, Ujub, Namimah, Takabur, dan Hasud. Itulah “RUNTAH” yang dimaksud. Riya
adalah penyakit hati dimana ketika kita melakukan kebaikan atau ibadah ingin
mendapatkan pujian dari orang lain. Hal ini bisa menimbulkan hilangnya keikhlasan
kita dalam beribadah, bukan untuk Allah, tapi untuk dipuji orang lain. Ujub adalah
sikap merasa bangga dengan kelebihan sendiri, merasa benar sendiri, dan merasa
paling suci. Namimah artinya mengadu domba atau menyebar fitnah yang
dapat merusak silaturahmi antarsesama. Takabur artinya merasa sombong
bahkan merendahkan orang lain. Hasud (dengki) yaitu sikap tidak senang
melihat orang lain senang bahkan berharap agar nikmat orang lain tersebut
hilang. Astaghfirullah…
Nimas yakin, ini bukan kita. Insyaallah bukan kita. Semoga Allah selalu
lindungi dan jaga kita dari perbuatan tercela yang bersumber dari penyakit hati
ini. Aamiin.
Momentum Emas di Bulan Ramadan
Sahabat, Penyampaian Abih KH. Emi yang santai namun mendalam juga kajian kitab Nashoihul 'Ibad dari Ustadz Husen menjadi
pengingat yang sangat tepat, terutama di tengah kekhusyukan bulan suci
Ramadan. Ramadan adalah bulan di mana pintu langit dibuka lebar dan doa-doa
dijanjikan untuk diijabah.
Dengan membersihkan diri dari harta haram, menjaga lisan dari ghibah,
serta membuang penyakit “RUNTAH”, mari kita manfaatkan situasi Ramadan ini
dengan maksimal. Semoga segala hajat, cita-cita, dan doa-doa kita dikabulkan
oleh Allah SWT di bulan yang penuh ampunan ini. Aamiin Allahumma Aamiin.
Terima kasih sahabat Nimas. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Salam literasi
Salam Persahabatan

RUNTAH” yang harus kita jauhi. Apakah itu?
BalasHapusRiya, Ujub, Namimah, Takabur, dan Hasud. Itulah “RUNTAH” yang dimaksud. Riya adalah penyakit hati dimana ketika kita melakukan kebaikan atau ibadah ingin mendapatkan pujian dari orang lain.
Terimakasih Sdh berkenan mampir di blog saya
BalasHapusMembuang "RUNTAH" (Riya, Ujub, Namimah, Takabur, Hasud) ibarat membuang racun dari dalam tubuh. Harapannya, semoga Allah melindungi kita dari sifat-sifat tersebut dengan kita selalu menjaga hati dan lisan. Barakallahu fiik.
BalasHapus