Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Luluat Al Mashaer Hotel 401

Gambar
Perjalanan dari tanah air menuju tanah suci adalah perjalanan yang luar biasa. Cape tapi hati merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Setelah selama kurang lebih 8 jam perjalanan kami para jamaah diantar bis menuju hotel. Alhamdulillah hotel yang aku tempati saat itu berdekatan dengan Mina. Tepatnya di daerah Syisyah.  Hotel Luluat AlMashaer nomor 401. Itulah hotel yang aku tempati. Hotel yang sangat nyaman, bagus, dan selalu memberikan pelayanan terbaik. Aku dan 4 orang jemaah haji saat itu menempati hotel di lantai 9  dengan nomor kamar 906.  Bersama Ibu Hj. Sri Mulyani yang akrab disapa mbu, Hj. Murfah yang akrab disapa mak haji, Hj. St. Muy Muyasaroh yang akrab disapa Umi Haji, dan ibunda tercintanya, Hj. Marwiyah yang berusia sekitar 90 tahun yang kami sapa dengan ibu kolot. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, namun ia kuat berjalan kaki ketika melaksanakan malang Jumrah dari tenda Mina ke Jamarot. Itulah kekuasaan Allah.   MashaAllah... nikmat yang luar...

Perjalanan Paling Indah di 2024, bagian 1

Gambar
 Pandeglang, 3 Juni 2024 Hari Senin 3 Juni 2024 adalah hari paling bersejarah bagiku dan suami. Alhamdulillah Allah takdirkan kami untuk berangkat ke tanah suci. Air mata tak henti mengalir membasahi hati dan pipiku. Jutaan syukur kami panjatkan atas nikmat yang sangat luar biasa ini. Setelah penantian panjang selama 11 tahun, akhirnya kami berangkat tahun 2024 di bulan Juni.  Kami mendaftar haji pada tahun 2013 di bulan Januari.  Tepat pukul 03.00 WIB dini hari kami berangkat dari rumah. Lantunan doa dari ibunda, anak-anak, kakak, saudara, juga semua warga kampung mengiringi kepergian kami. Dipimpin oleh KH. Tibrizi doa menjadi semakin mangharukan. Kumandang adzan dan telekin menambah kesedihan. Kami akan berpisah selama 40 hari dalam rangka menjalankan ibadah haji. Masya Allah, tak henti hati ini bersyukur.  Pukul 03.30 kami tiba di Pendopo Kabupaten Pandeglang. Disambut oleh Ibu Bupati Hj. Irna Narulita beserta jajarannya. Dari sini saya benar-benar merasakan bahw...

Tujuh Langkah Kecil Menuju Impian Besar

Tujuh Langkah Kecil Menuju Impian Besar Mentari pagi belum sepenuhnya merebut kegelapan malam. Di luar sana terdengar suara kokok ayam sayup-sayup dari kejauhan. Kicau burung   bernyanyi merdu tampaknya tak ingin kalah.   Melodi alam yang setia menemani setiap pergantian hari. Ah, desaku memang selalu menawarkan kedamaian di setiap paginya. Suara adzan di kejauhan   mulai terdengar syahdu memecah keheningan. Suara itu mengingatkanku akan kewajiban. Namun, hari ini terasa begitu menggoda untuk terus dinikmati dalam keadaan terlelap membuatku enggan menyambut fajar. "Sudah pagi, Ra, ayo bangun!" suara mamah terdengar lembut dari balik pintu. Mataku masih terpejam rapat. "Iya, Mah, sebentar lagi." jawabku dengan suara serak khas bangun tidur. "Segera ambil air wudhu agar kantukmu hilang dan bergegaslah sholat Shubuh!" sambung mamah yang tak pernah bosan mengingatkanku. "Jangan lupa bereskan tempat tidurmu ya, Ra," lanjut mamah sebelum la...