Semalam Menunggu, Pagi Ini Melepas Rindu
Semalam Menunggu, Pagi Ini Melepas Rindu
Oleh: Nimas
Ada rindu yang hanya bisa dibayar dengan sebuah pelukan.
Dan pagi ini, di sekitar Pendopo Pandeglang, Nimas menyaksikan sendiri bagaimana rindu itu akhirnya menemukan jalannya.
Jarum jam bahkan belum benar-benar menyapa subuh. Sekitar pukul 03.30 WIB, suasana Pendopo Pandeglang sudah dipenuhi keluarga yang sejak semalam setia menunggu. Ada yang duduk di trotoar, ada yang menggelar tikar, ada yang menahan kantuk sambil terus melirik jalan. Malam yang panjang terasa tak berarti, karena yang ditunggu bukan sekadar kedatangan bus, melainkan kepulangan orang-orang tercinta dari Tanah Suci.
Nimas pun ada di sana.
Bersama keluarga besar dari Cibaliung, kami menanti dengan hati yang dipenuhi doa. Rasanya sulit dijelaskan. Antara bahagia, haru, dan sedikit cemas, semua bercampur menjadi satu. Yang kami tunggu adalah Wa Haji Otong dan Wa Haji Ojoh, dua sesepuh keluarga kami yang telah berangkat menunaikan ibadah haji.
Lalu... saat bus itu benar-benar tiba, seolah waktu berhenti sesaat.
Tak ada aba-aba. Tak ada yang menyuruh menangis. Tapi air mata mengalir begitu saja.
Pelukan hangat, senyum yang tak pernah putus, ucapan syukur yang berulang-ulang terucap, semuanya menjadi bukti bahwa cinta keluarga memang selalu menemukan jalannya. Nimas melihat banyak wajah yang basah oleh air mata. Tangis itu bukan karena sedih, melainkan karena Allah telah mengembalikan orang-orang yang kami cintai dalam keadaan sehat dan selamat.
Alhamdulillah...
Satu kata yang rasanya tak pernah cukup untuk menggambarkan perasaan pagi ini.
Nimas selalu percaya, perjalanan haji bukan hanya mengubah langkah kaki seseorang, tetapi juga mengubah hati. Semoga seluruh jemaah haji Pandeglang pulang membawa cahaya yang baru, menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih rendah hati, dan lebih dekat kepada Allah.
Untuk Wa Haji Otong, Wa Haji Ojoh, dan seluruh jemaah haji Pandeglang...
Selamat datang kembali di rumah. Selamat kembali berkumpul bersama keluarga yang selama ini tak pernah berhenti mendoakan. Semoga menjadi haji yang mabrur, hajjah yang mabruroh, dan semoga keistiqamahan selalu menyertai setiap langkah setelah pulang dari Tanah Suci.
Pagi ini Nimas belajar satu hal.
Bahwa rumah akan selalu menjadi tempat paling indah untuk kembali. Dan keluarga... akan selalu menjadi pelabuhan yang paling setia menunggu, sejauh apa pun perjalanan yang telah ditempuh.
Selamat datang, para tamu Allah. Hari ini Pandeglang kembali dipenuhi senyum, pelukan, dan air mata kebahagiaan. 💖

Komentar
Posting Komentar