RESUME KE-18 KBMN 34 BERSAMA CING ATO MENITI JEJAK INSPIRASI CING ATO

 

RESUME KE-18 KBMN 34 BERSAMA CING ATO

MENITI JEJAK INSPIRASI CING ATO

OLEH: IMAS MASITOH, S.Pd.SD

HARI TANGGAL: SELASA, 2 JUNI 2026

NARASUMBER: SUHARTO, S.AG., M.Pd

MODERATOR: RALIYANTI

 

“ Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kalau kita yakin, percaya, mau belajar, bersungguh-sungguh, dan konsisten, pasti kesuksesan akan membersamai kita”. _ Cing Ato.

Pendahuluan

Tidak terasa malam ini, Selasa, 2 Juni 2026, telah memasuki pertemuan ke-18 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 34. Hadir membersamai kami seorang guru tangguh yang sangat menginspirasi para peserta KBMN untuk terus berkarya meski di tengah berbagai hambatan. Beliau adalah Bapak Suharto, S.Ag., M.Pd., atau yang akrab disapa Cing Ato.

Meski telah meraih segudang ilmu dan prestasi, jiwa rendah hati beliau menunjukkan betapa mulianya akhlak yang dimiliki. Beliau tetap merendah, merasa bahwa ilmunya masih sedikit, bahkan sempat merasa tidak layak untuk menjadi narasumber. Ketangguhan beliau dalam menghasilkan karya-karya luar biasa ini sempat membuat mata saya berkaca-kaca karena haru dan kagum.

Acara malam ini berjalan dengan sangat lancar berkat kelihaian Ibu Raliyanti selaku moderator dalam memandu jalannya diskusi. Berikut adalah resume hasil belajar dari pertemuan malam ini:

 

Latar belakang menulis dan Tujuan Menulis

Pada hakikatnya, setiap langkah dan tindakan yang dilakukan oleh manusia pasti digerakkan oleh sebuah tujuan yang ingin dicapai. Begitu pula halnya dengan aktivitas menulis. Namun menariknya, bagi Cing Ato, langkah awal beliau di dunia literasi tidak dimulai dengan ambisi yang muluk-muluk. Tujuan awal beliau sangatlah sederhana dan membumi: beliau hanya ingin bisa menulis dengan baik dan melahirkan sebuah buku. Beliau tidak pernah menduga bahwa langkah kecil yang konsisten itu justru membuka pintu-pintu keberkahan lainnya. Berbagai pencapaian, penghargaan, dan hal-hal positif yang beliau raih hari ini, semuanya mengalir dan mengikuti dengan sendirinya seiring berjalannya proses.

Dari perjalanan Cing Ato, kita dapat menarik kesimpulan bahwa secara umum, motivasi atau latar belakang yang mendasari seseorang untuk mulai menggerakkan pena didasari oleh dua dorongan utama:

1.      Karena Kebutuhan (Butuh): Menulis sering kali lahir dari sebuah keterdesakkan atau kebutuhan yang nyata. Baik itu kebutuhan akademis, tuntutan profesional, kebutuhan untuk mengekspresikan diri, hingga kebutuhan finansial (baik untuk mencari active income maupun membangun passive income). Ketika menulis sudah dianggap sebagai sebuah kebutuhan, maka tidak ada lagi alasan untuk menunda atau menunggu suasana hati (mood) menjadi baik.

2.      Karena Bernilai Manfaat: Menulis adalah salah satu jalan terbaik untuk mengikat ilmu dan membagikannya kepada dunia. Dorongan ini muncul ketika seorang penulis menyadari bahwa apa yang dialami, dilihat, dibaca, dan dirasakannya memiliki nilai kebaikan yang sayang jika hanya disimpan sendiri. Ada kerinduan untuk memberikan dampak positif bagi orang lain, sehingga tulisan tersebut bertransformasi menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalirkan manfaat, bahkan ketika penulisnya telah tiada.

Ide dan Pengembangan Tulisan

1.      Sumber Ide: Ide menulis bisa datang dari apa saja yang kita alami, kita rasakan, apa yang dilihat, hasil membaca buku, hingga dari konten di media sosial seperti YouTube, TikTok, dan platform lainnya.

2.      Cara Mengembangkan Tulisan: Untuk membuat kualitas tulisan semakin baik, kita harus banyak membaca tulisan teman (untuk menambah perbendaharaan kata) serta rutin membaca buku-buku karya penulis handal.

Kunci sukses (Ajian Pamungkas dari Sang Guru)

Meski di tengah keterbatasan sakitnya, Cing Ato memegang teguh kunci sukses yang beliau dapatkan dari dua tokoh literasi:

1.      Omjay: "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

2.      Om Dedi: "Jangan sampai sendal jepit lebih terkenal dari diri Anda."

 

 

Tips Ampuh Menjaga Konsisten Menulis Ala Cing Ato

Memulai menulis mungkin terasa mudah bagi sebagian orang, namun menjaga agar api semangat itu tetap menyala secara konsisten adalah perjuangan yang sesungguhnya. Untuk mengatasi pasang surut dalam dunia kepenulisan, Cing Ato membagikan beberapa tips praktis yang bisa kita praktikkan sehari-hari:

1.      Latih Kemampuan Menulis, Walau Hanya Dimulai dari Satu Kalimat

Sebuah mahakarya atau buku setebal ratusan halaman tidak akan pernah ada tanpa adanya kalimat pertama. Jangan bebani diri Anda untuk langsung menghasilkan tulisan yang sempurna atau langsung panjang. Kuncinya adalah mulailah dari hal kecil. Paksa diri untuk menulis, meskipun malam ini Anda hanya sanggup menuangkan satu atau dua kalimat saja. Ingat, satu kalimat jauh lebih baik daripada tidak menulis sama sekali, karena dari sanalah kebiasaan (habit) menulis akan terbentuk.

2.      Bangun Kedisiplinan untuk Tetap Konsisten

Konsistensi adalah jembatan yang menghubungkan antara impian menulis dan terbitnya sebuah buku. Menulis secara konsisten berarti kita menghargai proses. Jadikan menulis sebagai agenda rutin harian, bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Ketika kita terus mengulang aktivitas ini setiap hari, menulis tidak lagi terasa sebagai beban berat, melainkan sudah menjelma menjadi bagian dari kebutuhan hidup kita.

3. Jangan Menunggu Mood (Suasana Hati) Baru Mulai Menulis

Salah satu jebakan terbesar seorang penulis pemula adalah kalimat, "Saya lagi tidak ada mood nih." Jika kita selalu menuruti suasana hati, maka tulisan kita tidak akan pernah selesai. Penulis yang profesional tidak bekerja berdasarkan mood, melainkan berdasarkan komitmen. Pegang teguh ajian pamungkas dari Omjay: "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi." Lawan rasa malas tersebut, buka laptop atau buku catatan Anda, dan mulailah mengetik apa saja yang melintas di kepala. Mood justru sering kali datang setelah kita mulai bergerak, bukan sebelumnya.

4.Bersahabat dan Aktif dalam Grup-Grup Penulis

Lingkungan sangat memengaruhi semangat kita. Berjalan sendiri di dunia literasi sering kali membuat kita cepat lelah dan kehilangan arah. Oleh karena itu, bersahabat dan aktiflah dalam komunitas atau grup-grup penulis, seperti Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ini. Di dalam grup, kita bisa saling membaca tulisan teman untuk memperkaya perbendaharaan kata, saling memberi masukan yang membangun, dan yang terpenting: saling menularkan energi positif saat semangat salah satu anggota sedang meredup.

5.Perbanyak Mengikuti Pelatihan Literasi

Ilmu kepenulisan terus berkembang, dan cara terbaik untuk mempertajam pena kita adalah dengan terus belajar. Jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang kita miliki saat ini. Luangkan waktu untuk memperbanyak mengikuti pelatihan, seminar, atau kelas literasi. Dengan menyerap ilmu dari berbagai narasumber yang andal dan berpengalaman, wawasan kita akan semakin terbuka, teknik menulis kita akan semakin matang, dan kita akan selalu mendapatkan asupan motivasi baru untuk terus berkarya.

Buah Manis dari Menulis

Konsistensi dalam menulis telah membawa Cing Ato mendapatkan banyak sekali berkah dan penghargaan, di antaranya:

1)      Jejaring & Sosial: Memiliki banyak teman literasi, bisa saling berbagi, mendapat kunjungan dari para YouTuber, serta kedatangan mahasiswa dari berbagai universitas (Universitas Gunadarma, Budi Luhur, dan UIN Jakarta).

2)      Finansial: Mendapatkan cuan (penghasilan).

3)      Kiprah Media & Narasumber: Tampil sebagai narasumber inspiratif di TVONE (Hari Pendidikan Nasional 2024) dan DAAI TV (2025), serta menjadi narasumber KBM Nusantara PGRI.

4)      Penghargaan (Awards):

a)      Penganugerahan dari Bang Jafar DKI Jakarta kategori Pahlawan Pendidikan.

b)      Penganugerahan IKALUIN Award 2024 kategori "Pendidikan dan Pengembangan Umat".

c)      Penganugerahan GTK Berprestasi Tingkat Nasional kategori Guru Madrasah Inspiratif 2024.

d)      Apresiasi sebagai Guru Tangguh dari Lembaga Darul Qur'an Ciledug.

Penutup

Sungguh luar biasa sosok Cing Ato ini. Kisah perjuangannya benar-benar membuat saya terharu sekaligus terkagum-kagum atas ketangguhan yang beliau miliki. Beliau memberikan inspirasi berharga bahwa di tengah keterbatasan pun, kita tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain, asalkan ada niat tulus dan tekad yang kuat dalam jiwa.

Demikianlah resume hasil belajar menulis malam ini.Semoga resume ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat yang membakar semangat menulis kita semua!

Salam Literasi

Resume Ke-18KBMN 34

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!