BERSAHABAT DENGAN AI, RESUME KE-19 KBMN 34 BERSAMA OMJAY

 

RESUME KE-19 KBMN 34 BERSAMA OMJAY

BERSAHABAT DENGAN AI

OLEH: IMAS MASITOH, S.Pd.SD

HARI TANGGAL: RABU, 3 JUNI 2026

NARASUMBER: Dr. WIJAYA KUSUMA, M.Pd

MODERATOR: DAIL MA’RUF, M.Pd


"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (QS. Al-Isra: 85).

“AI hanyalah bukti bahwa Allah membuka sedikit tabir ilmu-Nya kepada manusia”.OmJay.


Pendahuluan

Hari ini, Rabu 3 Juni 2026 adalah pertemuan menjelang akhir Kelas Belajar Nusantara (KBMN) gelombang 34. Malam ini adalah pertemuan ke-19. Di pertemuan ini, kami akan belajar bersama sang empunya KBMN, seorang founder KBMN, guru blogger dengan sejuta prestasinya yang membuat peserta terkagum-kagum. Bagaimana tidak? Membaca profilnya saja sudah sangat bangga dan haru karena bisa belajar dan mendapat ilmu kepenulisan dari sang pakarnya. Omjay, kami akrab menyapanya. Sosoknya yang tidak asing lagi bagi kami, adalah sosok yang senantiasa kami tunggu ilmunya. Dengan tema belajar menulis malam ini “Pemanfaatan AI untuk Menulis”, sontak hatiku semakin tambah penasaran. Emang boleh ya? Ga bahaya tah? Terlebih di era teknologi yang makin canggih, apakah tulisan hasil AI akan terdeteksi atau tidak sebagai tulisan plagiat? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan dalam benak ini akan terjawab dengan hadirnya narasumber yang hebat ini. Apalagi dipandiu oleh Bapak Dosen, Bapak Dail Ma’ruf, pembahasan menjadi lebih seru karena keduanya sama-sama berbagi pengalaman tentang dunia menulis. Penasaran apa sih materi belajar malam ini!

Yuk, simak resume berikut ini:

 Pengertian AI

Artificial Intelligence atau AI adalah teknologi yang dikembangkan untuk meniru sebagian kemampuan intelektual manusia dalam menyelesaikan berbagai tugas. Teknologi ini dirancang agar dapat menerima instruksi, memahami bahasa yang digunakan manusia, mengolah berbagai informasi, kemudian memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dalam kehidupan sehari-hari, AI telah dimanfaatkan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga dunia literasi dan kepenulisan. Bagi seorang penulis, AI dapat membantu mencari ide, menyusun kerangka tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga menghasilkan draft awal sebuah artikel.

Meskipun memiliki kemampuan yang sangat membantu, AI bukanlah pengganti manusia. AI tidak memiliki kesadaran, pengalaman hidup, perasaan, maupun nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu, hasil yang diberikan AI tetap memerlukan sentuhan, pertimbangan, dan pengawasan dari manusia.

Dalam proses menulis, AI berfungsi sebagai alat pendukung yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja. Namun kreativitas, empati, sudut pandang, serta pengalaman pribadi penulis tetap menjadi unsur utama yang menentukan kualitas dan keunikan sebuah tulisan.

Penulis Harus Beradaptasi

Dunia hari ini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Era digital melahirkan disrupsi teknologi yang menyentuh seluruh lini profesi, tidak terkecuali dunia kepenulisan. Menjadi seorang penulis di masa kini bukan lagi sekadar urusan merangkai kata di atas kertas, melainkan bagaimana kita mampu terus belajar dan bertumbuh bersama zaman.

Mengabaikan perkembangan teknologi hanya akan membuat seorang penulis tertinggal. Oleh karena itu, membuka diri terhadap kehadiran Artificial Intelligence (AI) adalah langkah adaptif yang bijak, bukan untuk menggantikan peran kita, melainkan untuk memperkuat kapasitas diri.

Ketika seorang penulis berhasil menjinakkan teknologi AI dan menjadikannya sebagai mitra kerja, ada banyak transformasi positif yang akan dirasakan, di antaranya:

1.       Proses Menulis Lebih Cepat: AI mampu memangkas waktu pengerjaan draf awal, sehingga naskah atau artikel bisa diselesaikan jauh lebih cepat dari biasanya.

2.       Ide tulisan mudah ditemukan: Saat mengalami writer’s block atau kebuntuan ide, AI bisa memantik berbagai sudut pandang (sudut pandang) baru yang segar untuk bahan tulisan.

3.       Riset Kilat dan Efisien: Mengumpulkan referensi, data, atau latar belakang informasi kini bisa dilakukan dalam hitungan detik tanpa harus tersesat dalam belantara mesin pencari.

4.       Meningkatkan Produktivitas: Kombinasi antara kreativitas manusia dan kecepatan AI memungkinkan seorang penulis melahirkan lebih banyak karya berkualitas dalam waktu yang lebih singkat.

Ragam Aplikasi AI Masa Kini

Teknologi AI tidak hadir dalam satu wajah saja. Saat ini, ada berbagai platform dengan spesialisasi berbeda yang siap mendampingi proses kreatif kita. Layaknya memiliki tim asisten pribadi, kita bisa memilih "rekan kerja digital" yang paling sesuai dengan kebutuhan menulis. Adapun ragam AI masa kini diantaranya:

1)      ChatGPT sebagai Konseptor & Penyusun Draf Utama: Si Serbabisa yang sangat diandalkan untuk memancing ide-ide segar, menyusun draf artikel dari nol, membuat rangkuman instan, hingga menyusun butir-butir soal evaluasi secara cepat.

2)      Gemini,sebagai Pengolah Informasi & Integrator Sistem: Mesin pintar yang unggul dalam memproses informasi terkini dan terhubung langsung dengan ekosistem layanan digital, membuat pencarian data menjadi lebih kontekstual dan dinamis.

3)      Claude sebagai Analis Dokumen & Teks Panjang: Spesialis literasi yang sangat kuat dalam membaca, membedah, dan menganalisis dokumen atau manuskrip yang tebal. Gaya bahasanya cenderung lebih natural dan mendalam, sangat cocok untuk menyunting naskah panjang.

4)      Copilot sebagai Sahabat Setia Produktivitas Kerja: Asisten yang tertanam langsung di dalam ekosistem Microsoft, membantu Anda menulis laporan, menyusun draf di Word, atau mengolah data tanpa harus berpindah aplikasi.

5)      Perplexity AI Peneliti Akademis & Pelacak Referensi: Mesin pencari cerdas yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga langsung menyertakan tautan sumber dan referensi ilmiah yang valid. Sangat cocok untuk riset penulisan nonfiksi atau artikel ilmiah.

6)      DeepSeek sebagai Solusi Alternatif & Logika Pemrograman: Platform alternatif yang tangguh untuk membantu penulisan teks analitis sekaligus andal dalam memahami serta menyusun kode pemrograman (coding).

7)      Grok sebagai Komunikator Cepat & Interaktif: AI yang dirancang untuk memberikan respons yang tangkas, blak-blakan, dan interaktif, memberikan sudut pandang yang real-time terhadap tren yang sedang berkembang.

8)      Canva AI sebagai Visualisator Ide & Presentasi: Alat bantu estetik yang mengubah teks menjadi desain visual, ilustrasi cerita, atau salindia presentasi yang memikat dalam sekejap.

9)      Notion AI sebagai Manajer Dokumen & Catatan Terstruktur:  Asisten pengingat dan perapi dokumen yang membantu Anda mengorganisasi ide, menyusun kerangka buku (outline), dan merapikan catatan yang berantakan menjadi dokumen yang siap saji.

AI Si Pemantik Inspirasi

Bagi seorang penulis, momen paling mendebarkan sekaligus menyebalkan adalah ketika menatap layar kosong tanpa tahu harus mengetik apa. Kehabisan ide atau terjebak dalam sindrom writer’s block adalah musuh bebuyutan yang bisa menyerang siapa saja, kapan saja.

Di sinilah AI hadir bukan untuk mengambil alih imajinasi, melainkan sebagai teman diskusi (brainstorming partner) yang siap mendobrak kebuntuan tersebut melalui beberapa cara cerdas, diantaranya:

1)       Memberikan Ide secara Instan dalam hitungan detik: Hanya dengan satu pemicu kata kunci, AI mampu menyodorkan puluhan alternatif topik tulisan yang segar dalam hitungan detik. Kita tidak perlu lagi membuang waktu berjam-jam hanya untuk mencari judul atau tema awal.

2)       Menawarkan Berbagai Sudut Pandang: Seringkali kita terjebak pada cara pandang yang itu-itu saja. AI dapat membantu membedah satu topik dari berbagai sisi yang tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga tulisan Kita tampil lebih kaya, unik, dan mendalam.

3)       Penjelajah Tema Alternatif: Jika kita merasa genre atau tema tulisan kita mulai monoton, AI bisa merekomendasikan kombinasi tema baru, tren yang sedang hangat, atau premis cerita yang unik untuk menyegarkan kembali semangat menulis kita.

AI dan Tugas Guru

Guru adalah salah satu profesi yang paling diuntungkan oleh teknologi AI. Kehadirannya mampu memangkas beban kerja administratif, sehingga guru bisa lebih fokus pada proses mendidik siswa di kelas.

Berikut adalah empat area utama di mana AI dapat menjadi asisten andalan guru:

1.       Menyusun Perangkat Pembelajaran: Tujuan Pembelajaran (TP) & Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) serta rubrik penilaian yang objektif.

2.       Mempermudah Evaluasi Belajar: Kisi-kisi soal beserta kunci jawabannya, Soal pilihan ganda dan essay, Soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk memicu daya kritis siswa.

3.       Mengembangkan Media Pembelajaran Kreatif: Salindia presentasi yang menarik dan infografis yang informatif, gambar ilustrasi pendukung materi serta konsep video pembelajaran.

4.       Merapikan Administrasi Sekolah: Draf surat resmi sekolah dan notulen rapat, penyusunan program kerja tahunan serta laporan kegiatan.

Dengan demikian, maka tugas guru hari ini bukan melarang AI, melainkan mengajarkan cara menggunakan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Itulah literasi baru yang harus kita tanamkan kepada siswa dan mahasiswa di era kecerdasan buatan. tugas guru dan dosen hari ini bukan melarang AI, melainkan mengajarkan cara menggunakan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Itulah literasi baru yang harus kita tanamkan kepada siswa dan mahasiswa di era kecerdasan buatan.

Sisi Gelap AI

Di balik segala kemudahannya, ketergantungan yang berlebihan pada AI menyimpan risiko besar jika tidak disikapi dengan bijak:

1)       Tumpulnya Daya Kritis (Malas Berpikir): Menyerahkan seluruh proses berpikir pada teknologi dapat melemahkan kemampuan kita dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara mandiri.

2)       Ancaman Misinformasi: AI tidak maksum; platform ini kerap melakukan halusinasi data yang menghasilkan informasi keliru, hoaks, atau tidak akurat. Konfirmasi ulang (cross-check) hukumnya wajib.

3)       Hilangnya Jiwa Tulisan: Naskah yang murni diproduksi oleh AI cenderung terasa datar, kaku, mekanis, dan kehilangan sentuhan personal (personal style) yang menjadi ciri khas unik seorang penulis.

4)       Jebakan Plagiarisme & Etika: Menyalin mentah-mentah (copy-paste) hasil generator AI tanpa penyuntingan kreatif berisiko memicu pelanggaran hak cipta serta masalah serius di dunia akademik.

Bijak Menggunakan AI

Agar AI tetap menjadi alat yang memberdayakan bukan memperdaya berikut adalah rambu-rambu utama yang wajib diterapkan oleh setiap penulis dan pendidik, diantaranya:

1.      AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti

·         Asisten Pribadi: Tempatkan AI murni sebagai pembantu kerja, bukan penentu hasil akhir.

·         Pemicu Awal: Gunakan AI sebatas untuk berburu ide, menyusun kerangka tulisan (outline), dan mengoreksi ejaan (menyunting teks).

 

2.      Jaga Otentisitas dan Ketajaman Berpikir

·         Nutrisi Otak: Tetap konsisten membaca buku untuk menjaga kedalaman wawasan.

·         Filter Kritis: Jangan menelan mentah-mentah hasil AI; selalu verifikasi dan cek ulang kebenaran datanya.


3.      Tiupkan "Ruh" ke Dalam Tulisan

·         Sentuhan Manusia: Wajib menyisipkan pengalaman pribadi yang autentik.

·         Nilai Kehidupan: Perkarya tulisan dengan refleksi, rasa, dan pesan moral yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh algoritma mesin.



 

Dalam materi ini, Omjay memperkuat argumennya dan mengajak kami para penulis agar menulis dengan hati seperti buku solo terbarunya yang luar biasa. “Menulislah Dengan Hati.”  Tentu saja ini bukan buku biasa, saya yakin ini adalah cerita perjalanan beliau yang telah menghasilkan sejuta tulisan yang semuanya ditulis dengan hati. Kenapa begitu? Itu karena prinsip beliau menulislah dengan hati agar sampai ke hati (pembacanya). Selamat untuk Omjay. Sehat dan bahagia selalu om dan keluarga.  

 

AI, Bukti Kekuasaan Allah

Kehadiran AI seharusnya tidak membuat kita sombong. Justru semakin menambah keimanan dan kekaguman kepada kebesaran Allah SWT. AI hanyalah bukti bahwa Allah membuka sedikit tabir ilmu-Nya kepada manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalm surat Al Isra ayat 85 :

 "Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (QS. Al-Isra: 85).

 AI sama seperti kalkulator yang membantu menghitung, kendaraan yang membantu bepergian, atau mesin pencari yang membantu menemukan informasi. Semua itu diciptakan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan untuk membuat manusia berhenti berpikir. Jadilah pengendali AI, jangan menjadi budaknya. Jadikan AI sebagai sayap untuk terbang lebih tinggi, bukan sebagai tongkat yang membuat kaki dan pikiranmu lemah..

Tesis, disertasi hasil AI terdeteksi plagiat?

Penyebabnya karena alat deteksi plagiasi maupun AI tidak selalu 100% akurat. Selain itu, pada saat karya tersebut diperiksa, teknologi AI mungkin belum secanggih sekarang sehingga sulit terdeteksi.

 

Karena itu, kualitas karya ilmiah tidak cukup hanya dinilai dengan aplikasi pendeteksi. Yang lebih penting adalah proses bimbingan yang ketat, ujian yang mendalam, integritas akademik penulis, serta kejelian dosen pembimbing dan penguji.

 AI boleh membantu mencari referensi, merangkum, atau mengolah data, tetapi orisinalitas ide, analisis, dan pertanggungjawaban ilmiah tetap harus berasal dari penulisnya sendiri.

Yuk, kita jadikan AI sebagai alat bantu belajar, bukan jalan pintas untuk memperoleh gelar.

 Penutup

AI bukanlah musuh penulis. AI adalah alat bantu yang dapat mempercepat pekerjaan kita. Namun, jangan pernah menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI. Sebab yang membuat tulisan menjadi hidup bukanlah teknologi, melainkan pengalaman, perasaan, dan hati penulisnya.

 

Gunakan AI untuk mencari ide, membuat kerangka, atau membantu mengembangkan tulisan. Tetapi tetaplah menjadi manusia yang berpikir, membaca, merenung, dan berbagi pengalaman hidup melalui tulisan.

 

Saya yakin masa depan bukan milik mereka yang melawan teknologi, tetapi milik mereka yang mampu memadukan kecerdasan manusia dengan kecanggihan teknologi. Teruslah belajar. Teruslah menulis. Teruslah berbagi karena tulisan yang kita buat hari ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat, menginspirasi banyak orang, dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

 Seperti pesan yang selalu Omjay sampaikan: "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang akan terjadi."

 Demikianlah resume hasil belajar pertemuan ke-19. Semoga bermanfaat.

 Resume KBMN 34

Salam Literasi

Salam Persahabatan

Nimas

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!