"Sayur Teraneh" yang Bikin Rindu: Kisah Angeun Lada dan Lebaran Pertama Kami



Hari Raya Lebaran selalu identik dengan momen berkumpulnya keluarga, maaf-maafan, dan tentu saja… aroma masakan khas yang menggugah selera. Namun, ada satu cerita menggelitik yang selalu membuat Nimas tersenyum setiap kali mengenang Lebaran pertama bersama suami tercinta di rumah.



Saat itu, hidangan sudah tertata rapi di meja. Begitu menyuap sendokan pertama, suami Nimas langsung mengernyitkan dahi.

"Ada yang aneh dari sayur ini…"

Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya. Kalimat yang spontan membuat Nimas tertawa sekaligus heran. Yups! Dia baru tahu kalau di Pandeglang, khususnya di wilayah Karangtanjung tempat kami tinggal ada kuliner legendaris yang menjadi primadona pusaka kuliner kami yaitu Angeun Lada. 

Bagi yang belum familier, Angeun Lada (sayur pedas) memang bisa terlihat agak "aneh" atau tidak biasa bagi yang pertama kali mencobanya.

Hidangan ini berupa kuah daging dan jeroan sapi atau kerbau yang kaya rempah. Namun, yang menjadikannya benar-benar unik dan punya cita rasa next level adalah penggunaan daun walang. Aroma khas dari daun inilah yang memberikan sensasi rasa yang anti-mainstream dan fresh di lidah.

Lucunya, padahal suami Nimas ini masih asli orang Pandeglang, lho! Sejak awal, Nimas mengira dia sudah tahu atau setidaknya pernah mencicipi Angeun Lada. Eh, ternyata bagi dia, ini adalah "sayur pertama teraneh" yang pernah dia temui sepanjang hidupnya.

Tapi yang namanya kuliner Nusantara, keunikannya justru terletak pada gigitan pertama. Siapa sangka, berawal dari kerutan di dahi dan sebutan "sayur aneh", suami saya malah langsung jatuh cinta seperti awal mula cinta kami bersemi. Hehe...

Semenjak momen Lebaran pertama itu, dinamika meja makan kami saat Hari Raya langsung berubah total. Angeun Lada bertransformasi menjadi menu utama yang paling wajib ada. Sekarang, setiap kali Lebaran tiba, tebak apa yang pertama kali dia tanyakan? Bukan ketupat atau opor ayam, melainkan "Angeun Lada-nya sudah matang belum?"

Dari yang tadinya asing, kini justru jadi makanan yang paling dirindukan.

 Yuk, Main ke Pandeglang dan Rasakan Sendiri Dahsyatnya!

Kuliner memang punya cara tersendiri untuk mengikat hati dan menciptakan kenangan. Angeun Lada bukan sekadar makanan Lebaran bagi kami, tapi juga cerita tentang adaptasi, kebersamaan, dan kekayaan tradisi lokal yang terus kami rawat di rumah.

Bagi teman-teman pembaca blog yang kebetulan sedang melintas atau berencana singgah ke Pandeglang, jangan sampai lewatkan untuk berburu kuliner yang satu ini. Ayo coba rasakan sendiri bagaimana dahsyatnya perpaduan kuah hangat, daging, dan aroma daun walang yang menggoda.

Dijamin endul banget! Sekali coba, pastinya kamu bakal ketagihan dan punya alasan ekstra untuk selalu rindu berkunjung lagi ke Pandeglang.

Sampai bertemu di Pandeglang, yah! Nimas tunggu kedatangan teman-teman semua!

Bagaimana dengan kalian? Apa menu "aneh" tapi bikin ketagihan yang wajib ada di rumah saat Lebaran? Tulis di kolom komentar, ya!

Salam Literasi 

Salam Persahabatan 

Nimas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!