RESUME KE-9 KBMN 34 BERSAMA BU DYAH MERANGKAI CECERAN BAHAN AJAR MENJADI KARYA UTUH
RESUME
KE-9 KBMN 34 BERSAMA BU DYAH
MERANGKAI CECERAN BAHAN
AJAR MENJADI KARYA UTUH
OLEH:
IMAS MASITOH, S.Pd.SD
HARI
TANGGAL: JUM’AT, 8 MEI 2026
NARASUMBER:
DYAH KUSUMANINGRUM, S.T
MODERATOR:
NUR DWI YANTI, M.Pd
Malam
ini, Jum’at 8 Mei 2026 tidak terasa KBMN Gelombang 34 sudah masuk
ke pertemuan ke-9. Materi dari Bu Dyah kali ini benar-benar membuka mata kita
sebagai guru. Ternyata harta karun berupa bahan ajar yang selama ini
"berceceran" di laptop atau buku catatan kita bisa disulap jadi karya
yang luar biasa.
Pasti banyak dari kita
yang merasa ngeri duluan membayangkan menulis buku. Tapi tenang, Bu Dyah
meluruskan bahwa guru sebenarnya sudah punya modal besar. Buku pelajaran itu
hanyalah versi paling rapi dan lengkap dari bahan ajar yang biasa kita buat
sehari-hari. Tugas kita bukan menciptakan materi baru, tapi merapikan yang
sudah ada.
Berikut resume materi
dari hasil pembelajaran dengan narasumber hebat, bu Dyah:
Buku
pelajaran adalah bahan ajar yang paling
utuh dan paling sistematis. Artinya, kita tidak sedang belajar menulis buku
dari nol, melainkan mengolah bahan ajar yang sudah kita miliki, menjadi buku
pelajaran utuh.
Masalah
utama guru bukan pada kekurangan materi, tetapi karena bahan ajar tersebut
terpisah pisah, berbeda format, dan belum runtut, padahal isinya sudah sangat
cukup untuk disusun menjadi sebuah buku pelajaran.
Secara
umum, bahan ajar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
1.
Cetak: buku,
modul, handout, LKS, brosur, infografis.
2.
Dengar (audio):
radio, podcast, rekaman suara.
3.
Pandang dengar
(audio visual): video pembelajaran, animasi, film edukasi.
4.
Multimedia/interaktif:
aplikasi pembelajaran, PowerPoint interaktif, game edukasi.
5.
Catatan sakti: Buku
catatan mengajar kita! Di sana ada penjelasan khas kita dan contoh-contoh nyata
yang sering kita pakai di kelas. Ini justru sangat autentik dan mahal harganya.
.
Dari
Diktat dan LKS Menuju Buku Mini
Menurut
KBBI, diktat adalah buku pelajaran yang disusun oleh guru dan bukan cetakan
penerbit. Sedangkan modul projek merupakan satu kesatuan bahan ajar yang dapat
dipelajari secara mandiri, memiliki tujuan yang jelas, materi sistematis,
kegiatan belajar yang runtut, serta dilengkapi evaluasi.
Kita sering buat diktat
atau modul projek? Itu sebenarnya adalah "buku mini". Di dalamnya
sudah ada tujuan dan materi. LKS/LKPD yang kita buat juga bukan sekadar
lembaran tugas, melainkan bagian penting dari isi buku nanti. Kita tinggal
menyatukan kepingan-kepingan ini agar alurnya enak dibaca.
Menyusun
buku pelajaran
Menyusun buku pelajaran adalah proses menata ulang
bahan ajar yang sudah dimiliki guru.
Langkah umumnya sederhana, diantaranya:
1. Kumpulkan semua bahan ajar yang
ada.
2. Kelompokkan sesuai topik atau Capaian
Pembelajaran (CP).
3. Tata menjadi bab-bab yang
sistematis.
4. Rapikan bahasa dan formatnya.
Struktur buku
pelajaran
Agar buku kita terlihat
profesional, pastikan strukturnya lengkap mulai dari Sampul, Kata
Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, materi, Latihan dan
tugas, rangkuman hingga Daftar Pustaka. Jangan lupa selipkan Refleksi
dan Rangkuman di setiap bab supaya siswa lebih mudah mengerti.
Penutup
Intinya, semua materi
yang pernah kita buat adalah "cikal bakal" bab sebuah buku. Begitu
semua dirapikan dalam satu struktur yang utuh, saat itulah bahan ajar kita naik
kelas menjadi buku yang siap membantu siswa belajar lebih mandiri. Bahkan bisa
membantu guru lain dalam mencari referensi buku bahan ajar yang sangat
bermanfaat.
Salam Literasi
Resume KBMN 34

Komentar
Posting Komentar