RESUME KE-17 KBMN 34 BERSAMA CAK ININ JANGAN BIARKAN TULISANMU MEMBEKU. YUK, TERBITKAN JADI BUKU BERMUTU!
RESUME
KE-17 KBMN 34 BERSAMA CAK ININ
JANGAN
BIARKAN TULISANMU MEMBEKU. YUK, TERBITKAN JADI BUKU BERMUTU!
OLEH:
IMAS MASITOH, S.Pd.SD
HARI
TANGGAL: JUMAT, 29 MEI 2026
NARASUMBER:
MUKMININ, M.Pd
MODERATOR:
YANDRI NOVITA SARI S. Pd
“
Tidak ada kata terlambat untuk menulis. Sebuah tulisan akan menjadi amal ibadah,
jika menulis dengan ikhlas karena pahalanya akan terus mengalir meski kita
telah tiada”._Mukminin, M.Pd
Pendahuluan
Malam ini akan menjadi
malam yang menarik karena kami, para peserta KBMN Gelombang 34, akan
dipertemukan dengan pemilik penerbit Kamila Press, Cak Inin kami menyapanya.
Beliau adalah narasumber kami pada pertemuan ke-17 yang berlangsung pada hari
Jumat, 29 Mei 2026.
Dengan mengangkat materi
“TERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH”, kami akan belajar bersama sang pakar mengenai
bagaimana agar tulisan kami tidak kedinginan membeku bak salju, melainkan
menjadi buku yang bermutu. Insyaallah…
Di awal pertemuan, Cak
Inin memperkenalkan diri dengan menjelaskan nama asli dan segudang karya serta
riwayat penghargaan yang pernah beliau raih. Tentu saja ini menjadi inspirasi
yang sangat memotivasi kami, seluruh peserta KBMN. Beliau juga menjelaskan
bahwa Kamila Press, alhamdulillah, sudah berusia 7 tahun dan sebagai anggota
IKAPI sudah menerbitkan lebih dari 1.000 judul buku (lebih dari 260 buku terbit
ber-ISBN dan lebih dari 800 buku terbit ber-QRCBN).
Berikut resume hasil
belajar malam ini:
Perbandingan Penerbit Mayor
dan Minor
Sebagai penulis, kita
harus memahami medan penerbitan. Cak Inin membedakan karakteristik industri
penerbitan menjadi dua arus utama. Dapat dilihat dari table berikut ini:
|
Aspek
Perbedaan |
Penerbit
Mayor |
Penerbit
Indie (Independen) |
|
Jumlah
Cetakan |
Dicetak
secara massal (minimal 1.000 hingga 3.000 eksemplar) untuk didistribusikan ke
jaringan toko buku fisik. |
Dicetak
berdasarkan jumlah pesanan (Print on Demand / POD) atau sistem Pre-Order
(PO) berkala lewat media sosial. |
|
Seleksi
Naskah |
Sangat
ketat dan berlapis. Harus mengikuti selera pasar saat itu, sehingga tingkat
penolakan (rejection) sangat tinggi. |
Tidak
menolak naskah, selama karya tersebut layak, tidak plagiat (bukan pelanggaran
hak cipta), serta bebas SARA/pornografi. |
|
Profesionalitas
& Mutu |
Memiliki
dukungan SDM yang besar karena berskala perusahaan nasional. |
Bersifat
profesional. Namun, penulis harus jeli memilih penerbit indie agar tidak
terjebak paket murah dengan kualitas cetak (isi & cover) yang
asal-asalan. |
|
Waktu
Terbit |
Konfirmasi
draf memakan waktu 1–3 bulan. Proses antrean cetak bisa memakan waktu bulanan
hingga tahunan. |
Proses
sangat cepat (dalam hitungan minggu) karena alur birokrasi dan
pertimbangannya tidak rumit. |
|
Royalti
Penulis |
Umumnya
maksimal 10% dari total penjualan, yang dibayarkan berkala per 3 atau
6 bulan. |
Jauh
lebih besar, berkisar antara 15% – 20% dari harga buku, karena
dipasarkan mandiri oleh penulis. |
|
Biaya
Penerbitan |
Gratis
100%
(seluruh biaya dan risiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak penerbit). |
Berbayar dengan nominal
paket yang bervariasi, tergantung fasilitas, layanan editing, dan mutu
cetakan. |
5 Tahapan Kiat Mudah
Menerbitkan Buku
Agar draf tulisan sukses bertransformasi menjadi
sebuah buku, setiap peserta KBMN wajib melewati 5 rantai proses kreatif berikut
ini:
1. Pre-writing (Pra-menulis): Tahap penggalian ide, penentuan
tema, riset, serta pembuatan kerangka karangan (outline).
2. Drafting (Penulisan Draf): Proses menuangkan ide ke dalam
bentuk tulisan secara terus-menerus tanpa terlalu memikirkan kesalahan terlebih
dahulu.
3. Revisi: Membaca ulang untuk memperbaiki
struktur cerita, menambah poin penting, atau memotong bagian naskah yang dirasa
kurang relevan.
4. Editing / Swasunting: Tahap perbaikan teknis
kebahasaan, mulai dari ejaan (PUEBI), tanda baca, salah ketik (typo),
hingga struktur kalimat agar nyaman dibaca.
5. Publikasi: Mengirimkan naskah final ke
penerbit pilihan (seperti Kamila Press) untuk masuk ke proses layout,
desain cover, pengajuan ISBN, hingga pencetakan.
Penutup
Menembus penerbit mayor
memang memberikan prestise dan keuntungan finansial tanpa modal materi, namun
jalurnya sangat kompetitif dan memakan waktu lama. Bagi para guru dan penulis
pemula di KBMN 34, Penerbit
Indie hadir sebagai alternatif terbaik dan jembatan tercepat agar karya
kita segera mewujud secara fisik, sekaligus menjadi portofolio literasi yang
sah dan bermutu.
Demikianlah resume belajar
malam ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Resume Pertemuan ke- 17
KBMN 34

Makasih resumwnya
BalasHapuskeren
BalasHapusterima kasih para suhu . mohon doanya selalu
BalasHapusResumenya keren
BalasHapus