RESUME KE-16 KBMN 34 BERSAMA BUNDA WIDYA NAIKKAN BRANDING SEKOLAH DENGAN MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH

 

RESUME KE-16 KBMN 34 BERSAMA BUNDA WIDYA

NAIKKAN BRANDING SEKOLAH DENGAN MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH

OLEH: IMAS MASITOH, S.Pd.SD

HARI TANGGAL: SENIN, 25 MEI 2026

NARASUMBER: WIDYA SETIANINGSIH

MODERATOR: MUTMAINAH, M. Pd

 

“Satu ons perbuatan lebih bernilai dari pada satu ton keinginan. Mulailah menulis dari sekarang untuk menebar kebermanfaatan.”_ Widya Arema


PENDAHULUAN

Nimas bertugas di sekolah kecil dengan jumlah siswa sebanyak 68 orang. Mendengar kata “majalah sekolah” awalnya kami merasa hal itu tidak mungkin diwujudkan. Namun, pada malam ini, Senin, 25 Mei 2026 bersama narasumber hebat yang menginspirasi, Nimas mendapatkan pencerahan untuk mulai membuat majalah.

Jumlah siswa dan keterbatasan anggaran bukanlah halangan, melainkan tantangan tersendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta branding sekolah yang Nimas pimpin. Melalui  majalah sekolah tidak hanya karya guru yang diapresaiasi, tetapi karya siswa pun ikut dilibatkan sebagai bentuk kebanggan mereka. Orang tua pun pastinya akan merasa bangga melihat hasil karya putra putrinya meskipun masih sederhana. Bismillah… bisa. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Narasumber kelas belajar malam ini adalah Bu Widya Setianingsih. Beliau akrab disapa Bu Widya Arema  karena berasal dari Malang. Kiprahnya di dunia kepenulisan sudah tak diragukan lagi. Di KBMN 34 inilah, beliau berbagi ilmu cara mengelola majalah sekolah agar bisa terus eksis. Dipandu oleh moderator yang setia, Bu Mutmainah, Zoom malam ini berlangsung sangat interaktif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para peserta yang hadir dan mengajukan berbagai pertanyaan untuk menjawab rasa penasaran mereka tentang pengelolaan majalah."

Baiklah jangan berlama-lama, inilah  resume dari kegiatan pembelajaran malam ini:

APA ITU MAJALAH SEKOLAH?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Majalah adalah terbitan berkala yang berisi bahan liputan jurnalistik dan pandangan tentang topik aktual.

Dalam konteks pendidikan, Majalah Sekolah adalah media informasi internal yang dikelola, diterbitkan, dan diedarkan khusus di lingkungan sekolah. Konsep utamanya bersifat komunal: "Dari sekolah, oleh sekolah, dan untuk sekolah".

MANFAAT MAJALAH SEKOLAH

1. Media Komunikasi: Berfungsi sebagai sarana sapaan resmi sekaligus komunikatif dari pihak sekolah kepada wali murid dan siswa.

2.  Wadah Kreativitas: Menjadi ruang nyata bagi guru dan siswa untuk menyalurkan bakat tulisan (artikel, puisi, cerpen), gambar, fotografi, dan seni lainnya.

3.  Nilai Plus Akreditasi: Keberadaan majalah cetak/digital resmi menjadi bukti fisik literasi yang menambah poin signifikan saat penilaian akreditasi sekolah.

4. Alat Branding/Promosi: Membantu menaikkan citra dan popularitas sekolah di mata masyarakat umum.

5.  Dokumentasi Sejarah: Menjadi rekam jejak digital maupun cetak mengenai perjalanan, prestasi, dan agenda besar sekolah dari tahun ke tahun.


STRUKTUR MAJALAH SEKOLAH

Agar pengelolaan majalah berjalan secara konsisten, diperlukan pembagian tugas yang jelas (Job Description) sebagai berikut:

1)      Penasehat: Yayasan (untuk sekolah swasta) / Komite Sekolah.

2)      Penanggung Jawab: Kepala Sekolah.

3)    Pemimpin Redaksi (Pemred): Guru yang ditunjuk (bertanggung jawab atas keseluruhan konten dan alur kerja).

4)      Bendahara: Mengatur keluar-masuk anggaran penerbitan.

5)      Staf Redaksi:

a)      Editor/Penyunting: Memperbaiki tata bahasa dan ejaan tulisan.

b)      Layout/Desainer: Mengatur tata letak halaman dan visual.

c)     Reporter/Jurnalis: Mencari berita dan mewawancarai narasumber (bisa melibatkan guru maupun siswa).

d)      Fotografer: Mengambil dokumentasi visual kegiatan sekolah

 

VARIASI RUBRIKASI DAN KONTEN

Sebuah majalah sekolah yang menarik sebaiknya memiliki variasi konten yang seimbang:

1)   Berita Utama: Liputan mendalam tentang agenda besar sekolah (seperti PHBI, PHBN, Kelulusan, Ujian).

2)    Karya Siswa: Ruang apresiasi hasil kreasi murid (puisi, cerpen, gambar, foto kerajinan tangan).

3)  Artikel Guru: Opini ilmiah, tips mengajar, atau artikel populer seputar pendidikan dari para pendidik.

4)    Prestasi & Profil: Mengangkat kisah inspiratif siswa atau guru yang berhasil meraih juara di bidang akademik maupun non-akademik.

5)    Hiburan & Interaksi: Teka-teki silang (TTS), komik strip, kuiz berhadiah, atau rubrik tanya-jawab.

 

LEGALITAS DAN IDENTITAS VISUAL

1.   Pentingnya ISSN / QRBN: Untuk memberikan perlindungan hak paten, legalitas hukum, dan pengakuan resmi, majalah sekolah disarankan mengajukan ISSN (International Standard Serial Number) atau QRBN melalui LIPI/perpusnas.

2.  Desain & Layout: Sampul depan (cover) harus dibuat menarik dan mencerminkan tema edisi tersebut. Proses layouting dapat memanfaatkan software profesional seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi berbasis web yang mudah diakses. Skema warna dan ukuran font harus disesuaikan dengan jenjang usia pembaca (SD, SMP, atau SMA).

 

MANAJEMEN ANGGARAN DAN PENDANAAN

Sistem pendanaan majalah sekolah dapat dikelola melalui beberapa pos anggaran:

1. Dana BOS / BOSDA: Dapat dialokasikan melalui pos cetak majalah/kegiatan literasi sekolah (sesuai regulasi yang berlaku).

2.   Sponsor / Iklan: Bekerja sama dengan toko buku, lembaga bimbingan belajar, bank mitra sekolah, atau usaha milik wali murid sekitar.

3.     Kontribusi Mandiri: Melalui sistem iuran/pembelian majalah oleh siswa per semester jika disepakati oleh komite sekolah dan orang tua.

 

 

SOLUSI CERDAS MEMBUAT MAJALAH BAGI SEKOLAH KECIL

Bagi sekolah dengan keterbatasan dana atau skala institusi yang kecil, keterbatasan tersebut bukan lagi penghalang untuk tetap berinovasi dalam bidang literasi.

1)  Pemanfaatan Flipbook via Canva: Sekolah dapat mengoptimalkan platform Canva untuk mendesain majalah, lalu mengonversinya menjadi bentuk Flipbook (buku digital interaktif yang halamannya bisa dibalik seperti buku cetak).

2)  Prinsip Efisiensi: Metode digital ini sangat hemat biaya karena tidak memerlukan ongkos cetak fisik, sekaligus hemat energi dalam proses distribusi.

3)    Rekomendasi Konten Terbuka: Konten majalah digital untuk sekolah kecil bisa dibuat tetap berbobot namun sederhana, meliputi:

a)      Cerita harian atau kejadian seru sehari-hari di sekolah.

b)      Dokumentasi dan ulasan singkat kegiatan sekolah.

c)   Ruang ekspresi bebas di mana tulisan orisinal anak-anak (puisi, cerita pendek, atau kesan-kesan belajar) dapat dimuat secara langsung.

 

PENERBITAN ISBN MAJALAH SEKOLAH

Mengelola majalah sekolah tidak harus selalu mewah dan mahal. Pengurusan legalitas seperti ISBN yang cukup dilakukan sekali di awal untuk selamanya, serta alternatif teknologi digital seperti Flipbook Canva, membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus mengobarkan semangat literasi di sekolah.

PENUTUP

Mengelola majalah sekolah membutuhkan konsistensi, kerja sama tim, dan semangat literasi yang kuat. Melalui majalah, sekolah tidak hanya mendokumentasikan sejarahnya, tetapi juga melejitkan kreativitas warga sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

Demikianlah resume hasil belajar Nimas di pertemaun ke-16 ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

RESUME

KBMN 34

Salam Literasi

 

Komentar

  1. Luar biasa resumenya dan semoga kita mampu mengelola majalah sekolah dengan baik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!