RESUME KE-15 KBMN BERSAMA BUNDA LELY ABADIKAN JEJAK KEHIDUPAN DENGAN MENULIS BUKU AUTOBIOGRAFI DAN BIOGRAFI
RESUME
KE-15 KBMN BERSAMA BUNDA LELY
ABADIKAN
JEJAK KEHIDUPAN DENGAN MENULIS BUKU
AUTOBIOGRAFI DAN BIOGRAFI
OLEH:
IMAS MASITOH, S.Pd.SD
HARI
TANGGAL: JUM’AT, 22 MEI 2026
NARASUMBER:
LELY SURYANI, S.Pd.SD
MODERATOR:
AAM NURHASANAH, S.Pd
Pendahuluan
Malam ini, Jum’at 22 Mei 2026 ruang belajar
virtual KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) Gelombang 34 kembali berdenyut
dengan energi positif yang luar biasa. Tidak terasa, perjalanan belajar kita
sudah mencapai pertemuan ke-15. Sebuah fase di mana semangat para peserta
justru semakin membara untuk terus menyerap ilmu-ilmu baru dari para praktisi
literasi yang hebat.
Suasana pertemuan kali ini terasa begitu istimewa
dan seru karena kita kedatangan narasumber keren, Bunda Lely Suryani, S.Pd.SD.
Sebagai alumni KBMN yang telah sukses melahirkan berbagai buku antologi dan
buku solo, kehadiran beliau malam ini menjadi bukti nyata bahwa proses belajar
di kelas ini benar-benar membuahkan manisnya karya. Dipandu oleh moderator
idola yang selalu piawai menghidupkan suasana, Bunda Aam Nurhasanah, S.Pd.,
materi yang berat pun terasa begitu mengalir dan renyah untuk dicerna.
Dalam pertemuan ini, kami diajak menyelami seni
menulis kisah hidup membedakan antara biografi dan autobiografi serta bagaimana
sebuah karya fungsional dapat berdampak langsung pada pengembangan karier
seorang pendidik di Dapodik. Berikut adalah rangkuman materi dan catatan
reflektif yang berhasil saya rangkum dari keseruan kelas malam ini.
Pengertian Biografi, Autobiografi
Untuk memulai penulisan kisah hidup, kita harus
memahami perbedaan mendasar dari ketiga genre ini:
- Autobiografi: Kisah hidup yang ditulis
oleh diri sendiri secara runtut dari masa kecil hingga pencapaian
saat ini.
- Biografi: Kisah hidup seseorang yang
ditulis oleh orang lain secara runtut.
Tips Rahasia Menulis Autobiografi dan biografi yang
Menarik: Musuh
utama autobiografi adalah kesombongan. Pembaca tidak menyukai buku yang hanya
memamerkan kehebatan. Pembaca justru jatuh cinta pada kerentanan (vulnerability).
Jangan takut menceritakan kesalahan, kebodohan, atau ketakutan masa lalu agar
pembaca merasa terhubung (relatable) dan memetik pelajaran.
Struktur Buku
Autobiografi dan Biografi:
Struktur terbaik untuk autobiografi adalah mengalir
naratif seperti novel namun tetap berbasis fakta, dengan fokus pada momen-momen
krusial (milestones).
1. Bagian Awal (Preliminaries)
Ø Prakata (Preface): Ditulis sendiri secara jujur
mengenai alasan membagikan kisah hidup dan harapan untuk pembaca.
Ø Kata Pengantar (Foreword): (Opsional) Ditulis oleh orang
lain (mentor, sahabat, keluarga) untuk memberikan sudut pandang objektif
tentang sosok Anda.
2. Bagian Isi (Main Body)
Bab 1: Prolog (Pemicu Kesadaran): Jangan
mulai dengan tanggal lahir. Mulailah dengan momen dramatis, titik terendah,
atau momen realisasi besar (contoh: saat berdiri menerima penghargaan atau saat
menangisi kegagalan terbesar) agar pembaca penasaran.
Bab 2: Fondasi dan Masa
Kecil (The Roots): Latar belakang keluarga, lingkungan tumbuh,
budaya, dan peristiwa masa kecil yang paling membekas (trauma atau
kebahagiaan).
Bab 3: Masa Remaja dan Pencarian Identitas (The
Awakening): Masa sekolah/kuliah, momen merasa "berbeda",
pencarian impian, cinta pertama, atau kegagalan yang menggembleng mental.
Bab 4: Langkah Pertama di
"Dunia Nyata" (The Wilderness): Keluar dari zona nyaman (mulai
bekerja, merantau, atau membangun usaha) serta cara bertahan hidup menghadapi
realitas yang tidak sesuai ekspektasi.
Bab 5: Krisis Besar dan Titik Balik (The Turning Point): Puncak konflik (kebangkrutan, kehilangan orang tercinta, atau sakit parah). Fokus pada bagaimana mental runtuh dan bagaimana cara bangkit kembali menemukan harapan.
Bab 6: Pendewasaan dan Pencapaian (The Evolution):
Menampilkan versi "Anda yang baru" setelah melewati badai. Berisi
keberhasilan, kedamaian, dan hubungan yang matang dengan sekitar.
Epilog: Refleksi dan Ucapan
Terima Kasih: Pandangan
saat ini tentang hidup, penyesalan yang dimaafkan, rasa syukur, serta ucapan
terima kasih kepada orang-orang yang berjasa.
3. Bagian Akhir (Postliminaries)
Ø Album
Foto Kenangan: Halaman khusus berisi visual masa kecil hingga foto terbaru
lengkap dengan teks penjelasan (caption) yang menarik.
Ø Profil
Penulis: Biodata singkat (pekerjaan, domisili, media sosial).
Pentingnya Mencatat Riwayat Buku di Dapodik
Bagi guru, menulis buku
tidak hanya memberikan kepuasan literasi, tetapi juga memiliki fungsi
administratif penting pada data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Dapodik
(diinput pada bagian Riwayat Karya Buku yang Pernah Ditulis). Fungsi
mencatat Riwayat buku di dapodik, diantaranya:
1. Angka
Kredit & Kenaikan Pangkat: Menjadi unsur Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) untuk kenaikan pangkat/golongan PNS guru.
2. Bukti
Profesionalisme Guru: Muncul di profil Info GTK yang menunjukkan guru aktif
berkarya, menjadi poin penting saat seleksi-seleksi tertentu.
3. Akreditasi
Sekolah: Data produktivitas guru dalam menulis buku ikut mengevaluasi mutu
pendidikan dan mendongkrak poin akreditasi sekolah.
4. Arsip
Resmi Digital: Begitu disinkronkan, karya tersimpan aman di arsip
Kemendikbudristek untuk memudahkan verifikasi saat audit tanpa repot mencari
fisik.
Catatan Penting: Buku yang diakui umumnya harus diterbitkan oleh penerbit resmi dan memiliki ISBN serta sesuai dengan bidang tugas guru. Namun, saat ini buku dengan QRCBN juga sudah bisa dimasukkan ke dalam sistem Dapodik.
Teknis Penginputan: Pengisian riwayat buku
ini bisa dilakukan secara mandiri oleh guru melalui akun SSO masing-masing atau
dengan meminta bantuan operator sekolah.
Demikian resume kegiatan belajar di pertemuan
ke-15 ini. Semoga bermanfaat.
Resume KBMN 34

Semoga kelak tulisan ini menjelma menjadi buku yg bermutu
BalasHapuskereen ulasannya teh
BalasHapus