JADIKAN AI SAHABAT, BUKAN PENGGANTI JIWA PENULIS
RESUME KE 6, KBMN 34 BERSAMA PAK DEDI
JADIKAN AI SAHABAT
BUKAN PENGGANTI JIWA PENULIS
OLEH:
IMAS MASITOH, S.Pd.SD
HARI
TANGGAL: JUM’AT, 1 MEI 2026
NARASUMBER:
DRS. DEDI DWITAGAMA, M.SI.
MODERATOR:
SIM CHUNG WEI, S.P
"Layaknya pisau bermata dua, AI dapat menjadi alat yang membangun atau merusak, tergantung di tangan siapa ia berada."
Dunia literasi hari ini sedang dihebohkan dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI). Apakah AI akan menggantikan peran penulis? Ataukah ia justru menjadi "senjata rahasia" bagi kita?
Hari ini, 1 Mei 2026 kelas belajar menulis kembali berkobar. Ini adalah pertemuan ke-6 KBMN Gelombang 34 bersama narasumber inspiratif, Pak Dedi Dwitagama dipandu moderator keren Pak Sim Chung Wei akan mengupas tuntas rahasia berkolaborasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri.
Metode pertemuan kali ini cukup unik. Materi diberikan lebih awal oleh narasumber agar kami para peserta dapat mendalaminya terlebih dahulu. Hasilnya? Diskusi mengalir deras dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari para calon penulis hebat!
1. Rambu-Rambu Penggunaan AI Untuk Menulis. Siapakah Nahkodanya?
Dalam menulis, kitalah pemegang kendalinya. Pak Dedi menekankan beberapa poin krusial mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bersentuhan dengan AI. Hal yang boleh, kita anggap sebagai lampu hijau, sedangkan ynag tidak boleh sebagai lampu merah.
Lampu Hijau (hal yang boleh dilakukan) dalam menggunakan AI misalnya untuk brainstorming ide, menyusun kerangka (outline), merangkum referensi yang tebal, memperbaiki tata bahasa dan strruktur kalimat, hingga membantu kita melompat keluar dari jebakan writer’s block.
Sedangkan Lampu Merah (hal yang tidak boleh dilakukan) dalam menggunakan AI misalnya menyalin mentah-mentah hasil AI tanpa diolah kembali, menggantikan pemikiran orisinal kita dengan logika mesin, atau menelan mentah-mentah kesimpulan data tanpa verifikasi manusia.
2. Strategi Menulis Cerdas dengan AI
Bagaimana cara terbaik memanfaatkan AI? Jawabannya ada pada kemahiran kita mengolahnya, diantaranya:1. Gunakan AI untuk mencari ide
2. Menetukan fokus dan arah tulisan
3. Menyusun kata-kata dan kalimat sendiri
4. Menuliskan data dan pengalamamn sendiri
Intisari Tanya Jawab: Menembus Batas Kreativitas
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa pada pertemuan ini, Pak Dedi memberikan materi tentang penggunaan AI dalam menulis dengan metode yang berbeda. Beliau terlebih dahulu menyampaikan materi sebelum pertemuan. Hal ini bertujuan agar para peserta membaca materi terlebih dahulu, dan harapannya, para peserta aktif bertanya. Dan benar saja, para peserta sudah siap memberikan pertanyaan kepada narasumber. Diantaranya:
· Melawan Plagiarisme: Agar tidak terjebak plagiasi, hindari copy-paste. Tip terbaik adalah mengetik ulang informasi yang didapat dan menggabungkannya dengan referensi dari buku para pakar. Jadikan AI sebagai bahan referensi, bukan naskah jadi.
· Kekuatan Prompt: Hasil AI sangat bergantung pada siapa yang bertanya. Gunakan prompt (perintah) yang detail dan tepat agar AI bisa bekerja maksimal membantu kreativitas kita.
· Untuk menghadapi writers block, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan ide kecil dari apa yang ingin ditulis, lalu tanya ke AI dan jabarkan dengan menggunakan kalimat sendiri tanpa copy paste.
· Penggunaan AI dapat digunakan untuk membantu bahan belajar jika mengalami kesulitan belajar.
Penutup
Teknologi AI adalah alat, namun kejujuran dan rasa dalam setiap kata adalah milik penulis sepenuhnya.
Demikianlah hasil belajar pertemuan ke-6 bersama Pak Dedi Dwitagama yang sangat membuka wawasan. Mari kita terus menulis, karena rajin mneulis akan berbuagh manis. Apalagi jika kita bijak memanfaatkan teknologi masa kini!
Salam Literasi
Resume KBMn 34

Komentar
Posting Komentar