Resume Ke - 3 KBMN 34: Menjemput Prestasi dengan Menggali Potensi Diri

 

Resume Ke-3 KBMN 34 Bersama Sang Inspiratif

Menjemput Prestasi dengan Menggali Potensi Diri

Oleh: Imas Masitoh, S.Pd. SD

Senin, 20 April 2026

Narasumber:  Aam Nurhasanah, S.Pd.

Moderator: Bu Eka Yulia

Malam ini, ruang belajar KBMN 34 terasa begitu magis. Kami dipertemukan dengan sosok narasumber hebat, Bunda Aam Nurhasanah, S.Pd., yang karya-karyanya tidak hanya melegenda untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi "bidan" bagi lahirnya buku-buku solo penulis lain. Beliau adalah penakluk tantangan sejati yang membuktikan bahwa prestasi adalah buah manis dari keberanian mencoba.

Mengapa Harus Menggali Potensi?

Satu hal yang paling membekas dari pemaparan Bunda Aam adalah penekanan pada potensi diri sebagai langkah awal menuju kesuksesan. Seringkali kita merasa tidak memiliki apa-apa, padahal potensi itu hanya sedang bersembunyi di balik ketidakpercayaan diri.

Bunda Aam mengingatkan bahwa dengan terus belajar dan berlatih, kita tidak hanya mengukir prestasi untuk kebanggaan pribadi, tapi juga memberikan dampak nyata bagi sekolah dan orang-orang di sekitar kita. Beliau juga memberikan tips menarik. “Tinggalkan jejak tulisanmu agar pengalaman kita tak pernah hilang.”

Terlebih, di era digital seperti sekarang ini, dokumentasi adalah kunci keabadian karya. Kita bisa menyajikannya dalam bentuk tulisan ataupun konten-konten video yang dpat memberikan manfaat yang menginspirasi bnayak orang.

Menghadapi "Kerikil" dalam Menulis

Bunda Aam secara jujur membedah kendala-kendala yang sering menghambat kita saat mulai menggali potensi menulis. Mungkin Anda juga merasakannya, misalnya:

1.      Hilang Ide: Kebuntuan yang seringkali membuat kita berhenti di tengah jalan.

2.      Merasa Tidak Berbakat: Suara batin yang meragukan kemampuan diri sendiri.

3.      Tidak Percaya Diri: Keraguan saat ingin membagikan tulisan ke publik.

4.      Takut Dibully: Kekhawatiran akan penilaian negatif dari orang lain.

Dengan sigap, jawaban Bunda Aam sangat menenangkan: Jangan takut gagal. Kegagalan sejatinya adalah gerbang yang mengantarkan kita menuju kesuksesan yang lebih besar. Beliau sudah membuktikannya lewat buku solo ke-4 yang berjudul "Rajin Menulis Berbuah Manis", sebuah bukti nyata bahwa konsistensi akan selalu membuahkan hasil.

Beliau juga memberikan tips menulis tambahan yaitu bahwa dalam menulis, tulislah apa yang disukai dan dikuasai. Biarkan tulisan itu mengalir dengan sendirinya dari bahasa hati kita pasti tulisan kita akan menemui pembacanya.  Wah… pemantik semangat yang luar biasa. Saya senang sekali belajar malam mini.

 

Pesan Penutup yang Memantik Semangat:

“Lebih baik terlambat daripada tidak memulai.”

Bu Eka Yulia sebagai moderator pun menambahkan statement untuk  menutup sesi dengan sebuah refleksi yang tajam namun memotivasi:

"Jangan sampai di umur yang terus bertambah, kita masih terus meraba-raba, 'Apa potensiku?'"

Melalui wadah KBMN ini, kita diajak untuk "terbang dan bersinar bersama". Saat kita mulai mengenali value atau nilai dalam diri kita, saat itulah bakat yang terpendam akan mewujud menjadi prestasi yang membanggakan. Aamiin.

Mari berhenti meragu. Kenali kekuatanmu, latih terus, dan biarkan dunia melihat karyamu!

Bismillah… Semoga jejak langkah kesuksesan Bunda Aam bisa menghipnotis semua penulis hebat Indonesia.

 


Komentar

  1. Aamiin ya robbal alqmiin. Yuk kita komitmen menulis agar kelak m3nj3lma menjadi buku

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!