MEMBANGUN JENDELA DUNIA DARI LINGKUNGAN TERDEKAT

 

RESUME KE-4 KBMN 34 BERSAMA MR. BAMS

MEMBANGUN JENDELA DUNIA DARI LINGKUNGAN TERDEKAT

HARI TANGGAL: SENIN, 27 APRIL 2026

NARASUMBER: BAMBANG PURWANTO, S.KOM., GR,CPS.,C.ED., MEP.

MODERATOR: AAM NURHASANAH, S.Pd

OLEH: IMAS MASITOH,S.Pd.SD

 


“Literasi bukan cuma soal huruf yang dibaca, tapi tentang hati yang mengerti dan nalar yang terjaga. Di tengah arus digital, TBM menjelma bak lentera kecil dari sudut baca, rumah baca, hingga rumah pintar.”

Malam ini, layar ponsel dan laptop kami kembali berpijar dengan semangat yang berbeda. Di tengah kesibukan rutinitas, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 34 memasuki pertemuan ke-empat. Suasana terasa begitu hidup, dipandu oleh moderator keren kita, Ibu Aam Nurhasanah.

Narasumber malam ini adalah sosok yang sangat inspiratif, Bapak Bambang Purwanto, atau yang akrab kami sapa dengan panggilan hangat, Mr. Bams.

Belajar dari Kerendahan Hati

Satu hal yang membuat saya terkesan adalah keterbukaan Mr. Bams. Beliau sengaja tidak menutup grup diskusi karena ingin menjalin keakraban yang lebih dalam dengan para peserta. Inilah istimewanya KBMN; meski kami belum pernah bertatap muka secara langsung, rasa kekeluargaan dan persahabatan antar-pemateri dengan peseta sangat terasa nyata.

 Dedikasi Literasi Sejak 2011

Malam ini, Mr. Bams berbagi pengalaman panjangnya dalam mengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) yang telah ditekuninya sejak tahun 2011. Pengabdian belasan tahun ini membuktikan bahwa literasi adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Bagi Mr. Bams, mengelola TBM ternyata sangat membantu profesinya sebagai seorang guru. Aktivitas di TBM memperkaya wawasan dan keterampilan sosial yang berdampak positif di sekolah. Tak heran jika dedikasi ini membuahkan hasil manis berupa berbagai penghargaan bergengsi di bidang literasi yang telah beliau raih.

Kunci Mengelola TBM: Dedikasi Tanpa Batas

Ada momen menarik saat sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya tentang bagaimana cara mengelola TBM agar tidak "bangkrut" atau mati di tengah jalan. Jawaban Mr. Bams sungguh memotivasi sekaligus menyentuh.

Beliau menekankan bahwa pada prinsipnya, mengelola TBM membutuhkan dedikasi dan loyalitas yang sangat tinggi. Bahkan, beliau tidak segan merogoh kocek pribadi untuk memastikan keberlangsungan TBM, termasuk memberikan insentif bagi penjaga TBM berkisar antara Rp150.000 hingga Rp500.000. Baginya, literasi adalah investasi sosial yang tak ternilai harganya.

Strategi Menarik Minat Baca: "Bermain Sambil Membaca"

Salah satu materi yang paling menarik adalah cara Mr. Bams menghidupkan TBM agar anak-anak betah berkunjung. Menurut beliau, TBM harus menjadi tempat yang menyenangkan. Agar menarik minat baca anak-anak, kita perlu menyediakan berbagai kegiatan kreatif seperti:

·         Aktivitas Seni: Menggambar dan mewarnai.

·         Literasi Lisan: Sesi mendongeng yang interaktif.

·       Permainan Edukatif: Menyediakan mainan, puzzle, hingga papan catur yang memadukan kegiatan bermain dengan membaca.

Panduan Taktis Mengelola TBM ala Mr. Bams

Untuk rekan-rekan yang ingin memulai, Mr. Bams membagikan 6 langkah praktis:

  1. Niat yang Kokoh: Segala sesuatu harus dimulai dengan ketulusan hati.
  2. Membuka Ruang Diskusi: Berdialog dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.
  3. Mengumpulkan Bahan Bacaan: Mulailah dari apa yang ada (buku bekas, majalah, atau koran).
  4. Manajemen Ruang yang Rapi: Menata koleksi di rak agar pengunjung merasa nyaman.
  5. Menarik Minat Anak-Anak: Menciptakan suasana bermain yang dipadukan dengan membaca.
  6. Izin dan Dukungan dari Masyarakat: Berkoordinasi dengan pengurus warga setempat.

 Pesan Pamungkas: Menebar Kebaikan Sepenuh Hati

Sebagai penutup yang memantik semangat seluruh peserta, Mr. Bams memberikan refleksi yang sangat mendalam. Beliau mengingatkan kita semua bahwa kehidupan akan terus berputar, berjalan, dan bergerak. Namun, suatu saat gerak kita pasti akan berhenti. Oleh karena itu, sebelum waktu itu tiba, teruslah bergerak untuk menebar kebaikan.

"Tebarkan kebaikan sepenuh hati seperti Tuhan yang tak pernah pamrih dengan umat-Nya. Manusia yang melakukan pengrusakan pun tidak langsung dihukum. Tuhan Maha Segalanya. Maka, hadirkan Tuhan dalam aktivitas apa pun."

Pesan ini menjadi pengingat bagi kita para pendidik dan penulis, bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah. Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3, di mana tujuan pendidikan nasional adalah melahirkan peserta didik yang:Beriman, Bertakwa, Berakhlak mulia, , Sehat, Berilmu, Cakap, Kreatif, Mandiri, Demokratis, dan Bertanggung jawab

Terima kasih Mr. Bams atas ilmu dan tamparan motivasinya malam ini, serta Ibu Aam yang telah memandu kelas dengan luar biasa. Mari kita terus bergerak sebelum akhirnya berhenti.

Salam Literasi

Salam Persahabatan

Nimas

 

Komentar

  1. Semakin semangat dalam membuat resumenya Bu Kepsek. Semoga sampai lahir buku Solonya ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!