Cerita Nimas: Menghadiri Acara Khataman Si Bungsu di PPTQ Tarbiyatul Athfal-Maja Pandeglang


Minggu, 25 Januari 2026 – Hari ini, hati Nimas rasanya campur aduk. Ada rasa haru yang menyeruak sekaligus bangga yang luar biasa. Saat ini, Nimas sedang berada di PPTQ Tarbiyatul Athfal Maja, Pandeglang, menghadiri acara yang sudah kami nantikan sekeluarga: Khataman putra bungsu, Dd Mizan.

Lokasi Strategis di Jantung Maja

Buat kalian yang orang Pandeglang, pasti tahu betapa strategisnya lokasi pondok ini. Letaknya dekat sekali dengan lampu merah Maja dan bertetangga dengan RS Permata Ibunda. Meskipun berada di pusat keramaian, begitu masuk ke area ponpes, suasananya berubah menjadi sangat tenang dan khidmat.

Pesan Mendalam dari Pak Haji Konong

Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Setelah pembukaan yang nasionalis dengan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila, ada sesi sambutan dari KH. Nashrudin atau yang akrab kami panggil Pak Haji Konong.

Satu hal yang bikin saya nyess adalah saat beliau berpesan:

 "Kita pintar karena guru, kita besar karena ayah dan ibu. "

"Guru itu selamanya, tidak ada istilah bekas guru."



Pesan ini benar-benar menampar sekaligus mengingatkan kita bahwa keberkahan hidup itu kuncinya ada pada bakti kepada orang tua dan takzim kepada guru.

Momen Paling Haru: Kabaret Bilal bin Rabah

Jujur saja, air mata Nimas sempat jatuh saat para santri menampilkan kabaret kisah Bilal bin Rabah. Akting mereka sangat menjiwai! Semua yang menonton dibuat terpukau sekaligus merinding. Di momen itulah Nimas sadar, pondok bukan cuma tempat menghafal, tapi juga tempat membangun karakter dan mental yang kuat.

Dd Mizan dan Juz Amma Bilghoib

Tahun lalu, Dd Mizan sudah ikut khataman, tapi tahun ini terasa lebih spesial karena ia ikut Khataman Juz Amma Bilghoib (hafalan tanpa melihat teks).

Melihat Dd Mizan duduk tegap di barisan paling depan, tepat di sebelah Bu Haji Khiyaroh (istri Pak Kyai), rasanya semua lelah Nimas sebagai orang tua terbayar tuntas. Ayat demi ayat dibacakan dengan lancar. Masya Allah, Tabarakallah.

Menanti Istighosah Bersama Keturunan Ulama Besar

Saat Nimas menulis ini, acara masih berlangsung. Nanti setelah Dzuhur, agenda akan dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin oleh KH. Mastur. Beliau adalah keturunan dari ulama legendaris Banten, Syech Nawawi Caringin. Kami sangat menantikan momen ini untuk berdoa bersama demi kebaikan masa depan anak-anak.

Penutup & Harapan

Terima kasih banyak untuk Pak Kyai dan seluruh pengajar di PPTQ Tarbiyatul Athfal yang sudah sabar mendidik Dd Mizan dan semua santri.  Harapan Nimas dan juga semua orang tua, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi pemimpin bangsa yang membawa bangsa ini menjadi Baldhatun Thoyyibatun Warobbun Gofur.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!