Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Kalimat ini mungkin terdengar klise, namun bagi saya, Nimas sebagai seorang kepala sekolah muda, makna kalimat ini begitu terasa nyata dalam perjalananan saya mengikuti Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat 2025. Meski baru satu tahun menjabat, saya memberanikan diri untuk ikut serta, membulatkan tekad untuk mencari pengalaman dan ilmu baru. Kegiatan ini Nimas jadikan sebagai panggung presentasi dan penguatan diri.

Nimas tampil presentasi dan wawancara di urutan ke-9.  Dengan hati berdebar, Nimas mencoba tampil percaya diri. Alhamdulillah, Allah mudahkan. Di hadapan tiga juri yang kompeten, Nimas  diberikan waktu 10 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi wawancara.

Nimas  memaparkan program PELITA (Pembiasaan Literasi Kita) sebuah inisiatif yang lahir dari hasil refleksi rapor pendidikan berbasis data di sekolah. Setelah presentasi, apresiasi dan motivasi yang luar biasa mengalir dari para juri yang kompeten. Mereka memuji program PELITA sebagai langkah nyata dan mendorong Nimas untuk tetap semangat menjalankan program ini, terlepas dari segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Penguatan ini bukan hanya sekadar pujian, melainkan juga suntikan energi positif yang sangat Nimas butuhkan.

Jambore GTK Hebat 2025 tidak hanya tentang presentasi. Ini adalah wadah untuk memperkaya wawasan. Di hari pertama, Nimas beserta semua peserta mendengarkan pemaparan materi tentang Pembelajaran Mendalam (PM) dari Bapak H. Musabikin. Materi ini membuka cakrawala baru tentang bagaimana mengimplementasikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. 

Kemudian, di hari kedua, Ibu Ade Mistri memberikan materi tentang Koding dan Kecerdasan Buatan (KA). Bagi sekolah yang sudah mendapatkan bantuan BOSKIN, materi ini mungkin bukan hal baru karena mereka sudah mendapatkan pelatihan khusus. Namun, bagi Nimas yang selama ini belajar secara otodidak, materi ini sangat berharga. Alhamdulillah, dengan ikut kegiatan ini, ilmu yang saya pelajari menjadi lebih luas dan terstruktur.

Selain ilmu, Jambore GTK ini juga menjadi kesempatan emas untuk membangun relasi. Saya mendapatkan banyak sahabat baru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Bertukar cerita, ide, dan tantangan dengan sesama kepala sekolah dan guru adalah hal yang tak ternilai harganya. Relasi ini menjadi jaringan dukungan yang sangat penting untuk saling menguatkan.

Pada akhirnya, hadiah atau penghargaan hanyalah bonus. Jambore ini telah memberikan lebih dari sekadar materi. Saya mendapatkan pengalaman tak terlupakan, ilmu baru yang sangat relevan, dan sahabat-sahabat baru yang menginspirasi. Usaha maksimal yang saya curahkan untuk mempersiapkan diri telah memberikan kepuasan tersendiri. Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses menjadi pribadi yang lebih baik, kepala sekolah yang lebih berdaya, dan pendidik yang terus bersemangat untuk memajukan pendidikan. 

Insyaallah, jika ada kesempatan lagi di tahun depan, saya siap untuk ikut kembali, membawa semangat baru dan pengalaman berharga ini.


Salam Literasi 

Salam Persahabatan 

Nimas

Komentar

  1. Balasan
    1. Terimakasih ibu PP ku yang hebat, luar biasa sllu jd juara. Selamat Yach🥰

      Hapus
  2. Jal yang sama juga saya rasakan pada kegiatan JAMBORE GTK Hebat 2025. Ini pengalaman pertama selama menjadi kepala sekolah di TK Negeri menjelang 4 tahun di PTN Permata Hati.Ini sangat menginspirasi sekali untuk diri sendiri,bahwa peningkatan kualitas diri perlu disertai dengan pengalaman yang berharga salah satunya dengan kegiatan Jambore ini. Semangat belajar demi anak bangsa yang Hebat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat untuk kita ya ibu2 hebat💪💪

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!