Menulis Itu Mudah Bersama Prof. Dr. Ngainun Na’im, M.H.I di Pertemuan ke 11 KBMN 32
Jum’at, 14 Februari 2025 kami para peserta KBMN Kembali lagi
belajar dengan penuh semangat. Tepatnya edisi belajar kali ini adalah pertemuan
ke 11.
Belajar bersama orang hebat, penulis yang menghasilkan
ratusan karya tidak hanya berupa buku. Beliau juga aktif di berbagai medsos.
Saya terpukau dengan tulisan tangannya yang bagus dan rapi. Beliau juga adalah guru besar di Universitas
Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Senang dan bangga sekali.
Adalah Bapak Prof. Dr. Ngainun Na’im, M.H.I yang membersamai
kami untuk belajar dan berbagi pengalaman. Sejak kecil bakatnya sudah tertanam
sampai menjadi sukses seperti sekarang ini.
Dipandu moderator, Bapak Muliadi pertemuan ke 11 ini
mengusung tema “Menulis Itu Mudah”. Mudah bagi yang sudah terbiasa dan sulit
bagi yang tidak biasa. Jangankan membuat tulisan, membuat kalimat saja bagi
yang tidak biasa akan merasa kesulitan. Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita
jika ingin menjadi penulis yang handal harus menghilangkan pikiran tersebut. Buat
yang sulit jadi mudah. Kita harus mengubah mindset itu. Berpositif thinking.
Menulis itu Mudah. Semudah bernapas, semudah berbicara, semudah
seorang seniman menarikan kuasnya yang mencipta sebuah karya dan mengalunkan
harmonisasi yang selaras. Kata-kata ini menjadi penyemangat bagi saya. Apakah
saya bisa? Yakin, harus bisa. Pasti Bisa.
Dalam pemaparan materinya, Pak Prof menjelaskan bahwa menulis
itu mudah, asalkan harus memenuhi kriteria berikut:
Pertama, membangun mindset atau kerangka pikir
yang tepat terlebih dahulu. Pikiran ini bisa membawa kita bersemangat
menulis, tidak mudah menyerah saat menghadapi hambatan dan tantangan.
Kedua, sering berlatih. Jatuh bangun itu hal yang biasa. Semakin
sering berlatih akan semakin biasa. Begitu pun dengan menulis. Jika menghadapi
kesulitan tetap semangat dan teruslah menulis. Berlatih ini belau sebut dengan “ngemil
menulis”.
Ketiga, menulisalh dari apa yang kita ketahui. Menulis hal-hal yang sederhana terlebih dahulu. Misalnya menulis
pengalaman kita, apa yang kita lihat, kita rasakan, maka tulislah saja. Jangan
paksakan kita menulis dengan hal-hal yang idealis dan rumit. Materi ini juga
pernah disampaikan oleh narasumber sebelumnya. Sebagai pemula tulislah dari hal
yang sederhana terlebih dahulu sebagai ajang untuk berlatih juga untuk kita. Ini
contoh karya pak Prof yang menceritakan pengalamannya: https://www.spirit-literasi.id/2024/06/perjumpaan-tak-terduga.html.
https://ngainun-naim.blogspot.com/2024/09/pasrah.html.
https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/66e98a51ed641531923eb1a3/resepsi-dan-silaturrahmi.
https://www.spirit-literasi.id/2024/12/pelajaran-kecermatan.html.
Keempat, miliki semangat dalam menulis. Menurut beliau, tanpa
semangat, tulisan tidak akan jadi. Semangat ibarat bahan bakar dalam
menulis. Pak Prof juga bercerita ada salah satu temannya yang suka menulis.
Pada awalnya tulisannya biasa saja tapi lama kelamaan tulisannya menjadi semakin
berkualitas sampai berhasil menerbitkan buku. Artikelnya juga
mengalir deras.
Kelima, menulis sesuai dengan kondisi. Jika kita terbiasa menulis
dengan tulisan tangan, maka tulislah. Jangan memaksakan diri untuk menulis di komputer.
Yang terpenting adalah ide-ide kita dapat abadi, tertulis. Dalam hal ini, termasuk
sesuaikan kondisi untuk bersiasat
menulis di tengah kesibukan kerja yang seolah tanpa jeda. Luangkan
waktu untuk menulis. Jangan menulis di waktu luang.
Keenam, rajinlah membaca. Penulis yang baik adalah juga
pembaca yang baik. Menurutnya, membaca tidak harus banyak. Sedikit asal paham
itu jauh lebih baik. Lalu, apa yang dibaca? Kita bisa mebaca buku,
karya tulisan orang lain atau apapun. Yang penting luangkan waktu untuk istiqomah
membaca.
Ketujuh, nikmatilah segala prosesnya. Untuk meraih
kesuksesan tentu saja melalui proses yang Panjang. Ketika saya melihat biografi
beliau di youtube yang menceritakan bahwa tulisannya sering ditolak di redaksi Kompas
namun ia tetap bersemangat untuk menulis sampai sekarang. Hasil dari prosesnya
sudah beliau nikmati sekarang, menjadi orang hebat, orang sukses.
Materi yang sungguh luar biasa memantik saya untuk terus
bersemangat menulis. Alah bisa jadi biasa. Kiranya seperti itu.
Bismillah. Semoga bisa. Semua mudah. Tidak ada yang sulit selagi
kita mau berusaha.
Terima kasih, Prof atas ilmu yang diberikan. Semoga Allah
balas kebaikan bapak dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Tulisan ini telah tayang di kompasiana:
https://www.kompasiana.com/imasmasitoh4155/67b05394ed64153a6438ce94/menulis-itu-mudah-bersama-pof-dr-ngainun-na-im-m-h-i-di-kbmn-32

Komentar
Posting Komentar