Mengenal Proofreading Sebelum Menerbitkann Tulisan
“Teruslah menulis tetapi jangan menganggap remeh kesalahan
karena tulisan Anda bisa jadi bakal ditinggalkan pembaca”. (PakDSus)
Ketika membaca suatu tulisan baik karya sendiri maupun karya
orang lain, pernahkah kita menemukan adanya kesalahan, misalnya tulisan yang
typo, kalimat yang bertele-tele dan membuat pusing?
Saya sendiri pernah menemui hal seperti itu. Nah, di
pertemuan ke-12 kelompok Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 32 kami
para peserta KBMN akan mengenal lebih mendalam tentang bagaimana agar tulisan
yang dibuat terhindar dari kesalahan dan membuat pembaca nyaman ketika membaca
tulisan kita.
Bersama Narasumber hebat yang sudah malang melintang di
dunia kepenulisan. Bernama Bapak Susanto, S.Pd yang sering disapa dengan PakDSus
dan dimoderatori oleh Bapak Sim Chung Wei belajar kali ini pasti akan seru. Materi
ini adalah materi baru bagi saya.
Di awal materi, pak moderator mengenalkan tentang apa proofreading.
Kiranya ini untuk menjadi pemantik bagi peserta mengundang rasa penasaran dan ketika
pembelajaran berlangsung peserta memberikan pertanyaan kepada narasumber untuk
menjawab rasa penasaran peserta KBMN.
Seperti biasa, pembelajaran yang dilaksanakan senin malam
tanggal 17 Februari dimulai pukul 19.00 sampai dnegan pukul 21.00 dengan
runtutan acara pembukaan, paparan materi
dari narasumber, sesi tanya jawab, dan penutup.
Pada sesi pembukaan, moderator menegaskan bahwa proofreading
merupakan bagian penting dalam penulisan sebuah buku
ataupun tulisan lainnya. PakDSus juga mempersilakan peserta untuk “googling”
tentang proofreading.
Saya pun kemudian mencari arti kata Proofreading di google.
Begini hasil pencariannya:
Sebelum materi lebih jauh, PakDSus mengingatkan Kembali bahwa
materi Proofreading bukan untuk menakut-nakuti penulis apalagi sampai membuat
ragu untuk menulis. Proofreading adalah proses akhir dari sebuah
proses pengeditan. Dari hasil pencaraian beberapa artikel di beberapa
website tentang proofreading, dijelaskan bahwa proofreading atau uji baca
adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum
dipublikasikan atau dibagikan.
Tips dan trik melakukan proofreading:
- Jangan ragu untuk menulis dan tidak sibuk menduga-duga (jangan-jangan tulisan saya jelek, tidak bagus bagus, dll).
- Tulis saja sampai selesai jangan perdulikan teknis. Salah _tidak mengapa selagi ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan proofreading.
- Tinggalkan dahulu agar emosi kita pada tulisan sudah "mereda". Agar keinginan untuk mengubah kata atau kalimat tidak buru-buru dilakukan. Dalam hal ini Anda melakukan self editing, mengedit tulisan sendiri.
- Boleh selingi dengan kegiatan lain: ngopi atau ngeteh, jalan-jalan, atau lainnya. (aku banget nih. Hehe…).
- Buka tulisan kita dan baca tulisan dengan bersuara seperti anak SD membaca di kelas.
- Jika ada kejanggalan, silahkan periksa Kembali ejaan: tanda baca, kata, struktur kalimat, dan konsistensi penulisan.
Pada sesi tanya jawab ada beebrapa peserta yang bertanya
yang say arangkum sebagai berikut:
- Perbedaan proofreading dengan editing: Proses editing atau penyuntingan dilakukan terlebih dulu sebelum proofreading. Editing biasanya melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan Bahasa.
- Menjadi seorang proofreader perlu belajar secara khusus yaitu dengan menguasai EYD, mempelajari kamus (KBBI Daring juga ada) dan penguasaan terhadap struktur kalimat.
- Pembaca biasa bisa melakukan proofreading dengan cara mendiamkan tulisan lalu membaca keras dan memeriksa typo, ejaan, struktur kalimat, dst.
- Cara mengatasi kesalahan yang tidak terdeteksi dalam proses proofreading dengan cara meminta orang lain untuk membaca/memeriksa tulisan: secara kekeluargaan atau professional. Beri upah supaya yang memeriksa lebih semangat ya!
- Cara agar kita bisa berlapang dada dan mau memperbaiki tulisan kita menjadi lebih baik yaitu dengan ikhlas dan mau berlapang dada.
- Peran teknologi dalam proses proofreading: Gunakan teknologi hnaya sebagai alat bantu, jangan berikan sepenuhnya kepada "mesin" (Baca: AI).
- Alat atau aplikasi yang direkomendasikan untuk membantu proses proofreading: EYD, KBBI Daring, Bahasa Inggris gunakan Grammarly.
- Cara memastikan kualitas proofreading tetap konsisten: Kuasai struktur kalimat, dan ejaan bahasa kita, cari rujukan kata baku di KBBI
Semangat!!!


Komentar
Posting Komentar