Akbar Zainuddin, MM.,MNE Penulis Buku “Man Jadda Wa Jadda” Kenalkan Teknik Promosi Buku di KBMN 32

 

Akbar Zainuddin, MM.,MNE Penulis Buku “Man Jadda Wa Jadda”  Kenalkan Teknik Promosi Buku di KBMN 32



Seperti biasa setiap Rabu malam  12 Februari , kami peserta KBMN Kembali menyiapkan gelas kosong untuk diisi ilmu tentang kepenulisan. Materi kali ini yaitu tentang teknik promosi buku. Meskipun sebagi penulis pemula saya selalu berdoa mudah-mudahan di kesmepatan lain bis amembuat buku solo sperti narasumber malam ini.

Narasumber yang memiliki hobi mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan ini dengan senang hati berbagi pengalaman tentang bagaimana mempromosikan buku yang sudah kita buat agar tidak ahanya sekedar koleksi tapi memiliki arti.

Seperti kita ketahui bahwa tujuan menulis adalah untuk menghasilkan karya buku yang kemudian disajikan kepada para pembaca. Secara  otomatis kita harus paham sajian apa yang  diminati oleh Masa.  Sebagai permulaan membuat buku antologi adalah satu latihan bagus sebelum menulis buku Solo sendiri. Jika sudah berhasil membuat buku solo, maka kita promosikan buku kita dong agr lebih bermakna dan barangkali ada saja orang yang mengambil hikmah dari buku kita yang artinya bahwa kita sudah berupaya untuk menebar kebaikan.

Selanjutnya narasumber yang sudah berhasil mempromosikan buku solo pertamanya ini sampai  terjual 55.000 eksemplar menjelaskan tentang kriteri buku yang bagus agar menarik khlayak, diantaranya:

1.       mempunyai keunikan atau kalau bisa keunggulan dibandingkan dengan buku sejenis.

2.       Buku ditulis dengan target pembaca yang jelas.

3.       ditulis dengan bahasa sesuai dengan target pembaca.

Setelah buku kita selesai, maka tidak ada salahnya kita mempromosikan buku tersebut. Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita.

Promosi buku bertujuan untuk membuat audiens mengenal (tahu) buku kita, membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita, meyakinkan konsumen untuk membeli buku, mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

Ada 7 program promosi buku  yang bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis, sebagai berikut;

Pertama, launching buku adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.

Kedua, bedah buku, adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.

Ketiga, mengadakan seminar atau pelatihan. Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau beliau bukunya motivasi dan menulis dannsecara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.

Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang dbangun adalah komunitas yang disesuaikan dengan tema buku. Kalau buku kita temanya motivasi, maka  tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, dan lain sebaginya.

Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Keenam, berjualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh, memanfaatkan mdia sosial untuk promosi buku. Misalnya youtube, tiktok, Instagram, twiter atau media sosial lainnya. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Tapi ajangan setiap hari yaaagr merek tidak bosan. Sesekali boleh kita berbagi tentang wawasan pengetahuan atau hiburan.

Dalam mempromosikan buku yang paling penting itu terus menerus dan konsisten. Tiap hari promosi nanti hasilnya beberapa bulan ke depan baru akan terlihat. Perlu untuk terus konsisten dan istiqomah. Kalau belum terlihat hasilnya lakukan terus saja nanti juga orang akan tahu kalau tertarik dan mau membeli buku kita.

Demikian materi yang kami dapatkan pada malam mini. Semoga kelak bisa membuat buku solo dan bisa menerbitkan dan mempromosikannya. Aamiin.

 

tulisan ini juga telah tayang di kompasiana: https://www.kompasiana.com/imasmasitoh4155/67acb49334777c2f05484ef2/akbar-zainuddin-mm-mne-penulis-buku-man-jadda-wa-jadda-kenalkan-teknik-promosi-buku-di-kegiatan-kbmn-32 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!