KBMN Gelombang 32: Berbagi Tips Menarik Kepenulisan Bersama Narasumber Hebat

 


Pertemuan ke : 1 Gelombang 32

Materi : Menulis Setiap Hari

Narasumber: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd

Moderator: Helwiyah, S.Pd.,M.M.

Penulis: Imas Masitoh, S.Pd


Malam ini, Rabu, 22 Januari 2025 adalah awal pembelajaran kami di KBMN gelombang 32 bersama narasumber hebat, menginspirasi, guru blogger Indonesia, penulis hebat, motivator, teacher yang luar biasa. Beliau adalah Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Beliau juga adalah founder KBMN yang telah berdiri sejak tahun 2020 sampai sekarang masih tegak berdiri sampai melahirkan penulis-penulis handal yang sudah bisa menerbitkan buku Solo. 

Senang sekali rasanya bisa terus belajar bersama narasumber yang satu ini. Orangnya yang ramah senantiasa berbagi ilmu dengan kami peserta KBMN 32. Meskipun hanya kenal lewat luring, beliau selalu menjawab pertanyaan saya tentang kepenulisan. 

Materi yang dipaparkan pada pertemuan perdana di gelombang 32 ini adalah tentang ajakan "Menulis Setiap Hari". Ini adalah "mantra" yang selalu beliau gaungkan kepada para penulis pemula agar semangat menulis tak pernah padam. Bak semboyan ajakan beliau "Menulislah setiap hari dan lihat apa yang akan terjadi?". Bagi saya ini adalah kata-kata motivasi agar saya terus konsisten menulis  meskipun hanya tulisan sederhana. Harapan saya dengan tulisan sederhana bisa berbagi tentang apa yang saya ketahui. Kepada anak sulung pun saya selalu memberikan motivasi. Tidak jarang, ketika anak saya pulang dari pondok, dia sengaja membuka dan membaca tulisan-tulisan saya baik di kompasiana atau di blog pribadi. Senang rasanya bisa berbagi. Apalagi dibaca oleh anak sendiri. Hehe...

Dalam materinya yang luar biasa "daging semua", kata moderator handal, Bu Ewi nama akrabnya, Bapak Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd atau yang sering akrab disapa omjay memberikan trik dan tips bagaimana agar kita bisa menulis setiap hari. Berikut tips yang beliau bagikan. Yuk, cekidot!

Pertama, jadikan menulis sebuah kebiasaan dan menjadi bagian dari rutinitas harian.

Kedua, waktu yang tepat. Beliau selalu konsisten mambagi waktunya untuk menulis dari pagi, siang, malam di tempat yang berbeda-beda. Di rumah, Di cafe/ restorant, bahkan di kantor tempat ia bekerja. 

Ketiga, membuat target harian, maksudnya menetapkan target jumlah kata atau halaman dari tulisan. 

Keempat, menentukan strategi dan teknik menulis diantaranya membuat outline, menulis secara alami tanpa mengeditnya terlebih dahulu, melakukan revisi dan edit secara teratur, dan menggunakan teknologi.  

Bagian inilah yang membuat perhatian saya. Wah... ternyata dalam kepenulisan ada aplikasinya juga. Alhamdulillah berkat belajar di sini pengetahuan saya jadi bertambah tentang aplikasi kepenulisan. Apa sajakah aplikasi itu? 

Inilah aplikasi yang Omjay sarankan bagi penulis:

1. Google Docs: Kolaborasi mudah, sinkronisasi otomatis, dan gratis.

2. Microsoft Word: Fitur lengkap, kompatibilitas luas.

3. Ulysses: Khusus untuk penulis profesional, fitur canggih.

4. Evernote: Catatan dan organisasi yang mudah.

5. Grammarly: Periksa ejaan, tata bahasa, dan gaya bahasa.

6. Hemingway Editor: Sederhanakan kalimat, periksa kesalahan.

7. Trello: Manajemen proyek dan organisasi.

Selain memberikan tentang aplikasi kepenulisan, Omjay juga menjelaskas bagaimana cara menggunakan aplikasi penulisan, sebagai berikut:

1. Pilih aplikasi yang sesuai kebutuhan.

2. Buat akun atau masuk jika sudah memiliki.

3. Mulai menulis dengan membuat dokumen baru.

4. Gunakan fitur-fitur seperti: daftar kata kunci, outline, pengaturan font dan ukuran, pengaturan margin dan spasi, simpan secara berkala, serta gunakan fitur kolaborasi untuk berbagi dengan editor atau rekan agar tulisan kita lebih sempurna.

Tak tanggung-tanggung Omjay juga berbagi tips menggunakan aplikasi penulisan seperti:

1. Pilihlah aplikasi yang mudah digunakan terutama bagi penulis pemula agar tidak mengalami kesulitan. 

2. Pelajari terlebih dahulu fitur-fitur dasar dalam aplikasi agar nanti bisa berselancar dengan mudah. 

3. Gunakanlah aplikasi secara konsisten sehingga hasil tulisan menjadi lebih baik.

4. Jangan terlalu bergantung pada fitur otomatis karena fitur otomatis hanya sbeagai alat bantu selebihnya kitalah yang mengatur tulisan sehingga tulisan yang kita buat memiliki "jiwa".

5. Periksa dan edit tulisan secara manual. Ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan ejaan maupun isi tulisan tersebut sehingga sampai kepada pembaca. 

Alhamdulillah... hari  ini saya mendapat ilmu baru yang sangat bermanfaat. Insyaallah aplikasi kepenulisan ini akan saya coba. 

Terima Kasih, Omjay.

Salam Literasi

Salam Persahabatan

Nimas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!