Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Pendidikan sejatinya dapat mengantarkan murid untuk keselamatan dan kebahagiaan.

Salam Bapak dan IBu guru hebat.  Kali ini kita akan membahas materi selamat dan bahagia agar kita dapat memahami fungsi pendidikan untuk membantu murid mencapai selamat dan bahagia. Berdasarkan gagasan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara.

Sebelumnya marilah kirta berefleksi terlebih dahulu bagaimana cara kita mengajar. Apakah ketika kita mengajar hanya menggunakan 1 metode saja, misalnya ceramah?, Apakah hanya menggunakan satu sumber belajar saja? Apakah selama ini kita memfasilitasi murid berdasarkan minat dan bakat murid?


Sumber gambar: Pixabay

Kita dapat melihat bagaimana perspektif atau sudut pandang kita sebagai pendidik tidak selalu sama dengan sudut pandang atau perspektif murid.  Tidak jarang murid merasakan kebalikan apa yang dianggap dan dirasakan oleh pendidik. Guru bisa saja merasa nyaman dalam memberikan materi kepada murid dengan materi, media, dan sumber belajar yang digunakan, namun tidak memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih bahan ajar, cara, materi yang mereka sukai agar sesuai dengan kubutuhan mereka. Pendidik sebaiknya bukan hanya memberikan informasi dan pengetahuan saja melainkan juga memberikan pemahaman kepada murid tentang informasi dan pengetahuan tersebut untuk kehidupan sehari-hari mereka.



Pendidik juga harus berupaya untuk mengenal dan memahami kekuatan kodrat anak bahwa setiap murid dapat mengekspresikan dan membuat pemahamannya sendiri dengan cara yang berbeda. Dalam menilai pemahaman murid, pendidik sebaiknya tidak hanya menggunakan satu jenis alat pengukuran lalu menyimpulkannya tetapi dapat menggunakan alat pengukuran lainnya yang melibatkan murid untuk merefleksikan pemahaman dari pengalaman belajarnya, misalnya dengan melakukan evaluasi diri. Murid bisa mengekspresikan pemahamannya melalui gambar, verbal dengan  menggunakan bahasa sendiri dan beragam.

Fungsi pendidikan adalah untuk mengantarkan murid agar siap hidup dan memberikan kepercayaan kepada murid bahwa di masa depan mereka agar  mampu mengisi zamannya yaitu tidak cukup hanya hidup untuk kepentingan dirinya individualistik tetapi juga berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan dimana ia berada bersama-sama mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Fungsi pendidikan akan berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Ki Hajar Dewantara jika kita sebagai pendidik memahami hal-hal sebagai berikut:

Pertama, setiap murid memiliki kodrat kekuatan dan potensi-potensi yang berbeda.

Kedua, pendidikan hanyalah sebagai tuntunan.

Ketiga,  mendidik adalah menuntun murid untuk selamat dan bahagia.

Keempat,  pendidik tidak dapat berkehendak atas kodrat kekuatan atau potensi murid.

Kelima,  pendidik dapat memberikan daya upaya maksimal untuk mengembangkan akal budi pekerti murid.

Keenam, pendidik membantu mengantarkan murid untuk merdeka atas dirinya sendiri untuk kehidupan dan kehidupannya, memelihara dan menjaga bangsa dan alamnya, 

Kemerdekaan murid dalam belajar merupakan kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan untuk bekal kehidupannya kelak. Jika untuk dirinya sendiri ia tidak bisa mencapai selamat dan bahagia bagaimana mungkin ia akan memelihara dan menjaga dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa ataupun alamnya.  Oleh sebab itu kita sebagai pendidik dapat benar-benar mempersiapkan murid agar siap hidup dan mengisi zamannya apa yang dapat kita lakukan untuk membantu murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan mereka. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!