Kegiatan Pesantren Kilat hari kedua di SDN Pagadungan 1

 Hari kedua kegiatan pesantren kilat di SDN Pagadungan 1 tidak kalah ramai dengan hari pertama. Tampak semua siswa yang hadir dan antusias untuk mengikuti kegiatan ini. 

Kegiatan kali ini diawali dengan belajar Sholat Dhuha terlebih dahulu. Semua siswa membawa perlengkapan sholat. Siswa perempuan membawa mukena lengkap dengan sajadahnya. Begitupun dengan siswa laki-laki memakai sarung, kopiah dan tak lupa membawa sajadah. Pemandanagn pagi yang cukup menyejukkan. Siswa perempuan tampak anggun dan sholehah mengenakan mukena. Siswa laki-laki tampak gagah memakai sarung dan peci. MashaAllah... Tabarokallah... Semoga kalian jadi anak yang sholeh dan sholehah ya, nak. 



Hikmah yang dapat diambil dari kegiatan belajar Sholat Dhuha ini, diharapakan semua siswa SDN Pagadungan 1 terbiasa untuk belajar beribadah sejak kecil, membiasakan melaksanakan sholat Fardhu dan Sholat sunah sesuai dengan anjuran nabi SAW.

Dari Amr Bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya berkata;" Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan diantara mereka di tempat tidurnya".

Kegiatan berikutnya setelah melaksanakan sholat Dhuha yaitu kegiatan tadarusan bersama. Surat-surat yang dibaca yaitu surat-surat pendek dari Juz'Amma. Kegiatan diharapkan agar siswa terbiasa membaca Al-Qur'an, menjadi anak-anak yang mencintai Al Qur'an dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi generasi Qur'ani tidaklah mudah. Butuh ketekunan dan keuletan belajar juga niat yang sungguh-sungguh dari anak. Dalam hal ini, peran orang tua menjadi hal utama untuk senantiasa mendukung dan memfasilitasi anaknya dalam mewujudkan cita-cita untuk menjadi anak berguna yang islami. 

Guru sebagai orang tua kedua senantiasa selalu mengajar, mendidik dan menagarahkan siswanya untuk bisa membaca, dan mengamalkan Al-Qur'an. Dengan demikian diperlukan sinergi positif antara guru dan orang tua untuk kemajuan putra-putrinya. Kiranya perlu kita sadari bersama bahwa pendidikan ilmu agama dan sekolah harus seimbang agar kelak anak-anak menjadi orang yang pintar dan berakhlakul karimah. 


Setelah melakukan kegiatan sholat Dhuha dan tadarusan dilanjutkan dengan pemberian materi. Adapun materi yang diberikan yaitu niat mengeluarkan zakat fitrah dan doa ketika menerima zakat fitrah. Dengan memberikan materi ini, diharapkan siswa mampu mengucapkan lafadz niat mengeluarkan zakat fitrah dan juga mampu membaca doa ketika menerima zakat fitrah.


 

Mashaallah... hari ini sungguh luar biasa. Semoga apa yang sudah diajarkan oleh Bapak/ ibu guru hari ini memberikan kesan mendalam bagi siswa dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 


Salam literasi🙏

Komentar

  1. Sukses guru dan siswa SDN Pagadungan 1

    BalasHapus
  2. Luar biasa. Tentu kegiatan itu sangat berkesan bagi semua siswa dan keluarga maupun dari pihak sekolah sendiri. Menanamkan jiwa relegius dari sedini mungkin. Barokallah untuk semuanya di bula suci Ramadhan ini. Aamiin 🤲🤲🤲

    BalasHapus
  3. Ini namanya blogger produktif. Salut kak. Teris berkaya tulis kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!