cara menulis buku dari hasil pelatihan, seminar/ pelatihan
Berbicara tentang pelatihan, tentunya kita semua pasti pernah mengikuti kegiatan ini. Apalagi jika berprofesi sebagai seorang pengajar, baik guru maupun dosen, kegiatan Diklat, seminar, workshop dan lainnya sudah menjadi agenda rutin yang harus dilakukan. Adanya tuntutan untuk pengembangan dan mengupgrade diri serta kebutuhan pencapaian Kum (bagi dosen) dan angka kredit (bagi guru) menjadikan banyak pengajar seringkali mengikuti kegiatan jenis ini.
Apalagi di masa Pandemi seperti sekarang ini, semakin mudah menemukan penyelenggara yang mengadakan diklat atau seminar secara online. Baik itu berbayar atau gratis.
Kemudahan mengikuti kegiatan tersebut karena semuanya dikemas secara online yang otomatis akan menghemat uang transport dan akomodasi yang lain, menjadikan banyak webinar atau diklat online diminati oleh peserta. Namun, ketika selesai kegiatan tersebut, biasanya kita hanya mendapatkan materi dalam bentuk powerpoint atau video, sertifikat dan kelengkapan pelatihan lainnya.
Ada satu hal yang kita tinggalkan disini. Bahwa materi yang kita peroleh ternyata dapat didokumentasikan secara apik dalam bentuk buku.
Mengapa harus BUKU?
Hal ini karena melalui buku tersebut tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri tetapi juga dapat dibagikan ilmunya kepada orang lain. Materi yang kita peroleh dari pelatihan tidak selamanya akan bertahan di ingatan kita. Oleh karena itu, media buku menjadi salah satu solusi agar materi yang diperoleh dapat dibaca-baca kembali jika kita inginkan.
Ada juga manfaat lain yang diperoleh ketika materi yang kita peroleh dari hasil pelatihan, kita ubah dalam bentuk buku, yaitu :
1. Materi dapat terdokumentasikan dengan rapi. Kapanpun kita ingin untuk mengingatnya, dapat kita baca kembali materi tersebut di buku kita.
2. Menambah nilai PAK
Tentunya ini pasti yang diinginkan oleh banyak pengajar. Buku yang kita tuliskan diakui sebagai salah satu publikasi ilmiah yang nantinya akan memperoleh poin untuk kepentingan kenaikan pangkat
3. bermanfaat untuk orang lain
Materi pelatihan yang dibukukan dapat dibaca pula oleh orang lain non peserta pelatihan sehingga ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat pula untuk orang lain.
4. Keuntungan material
Ini adalah bonus jika kita menulis dan menerbitkan buku. ketika ada orang lain yang tertarik dengan buku kita tentunya mereka akan memesan buku tersebut. Keuntungan material pun akan kita dapatkan. Bonus sekali buat kita bukan?
Lalu bagaimana cara membukukan materi pelatihan?
Langkah paling awal yang harus kita lakukan adalah membuat resume dari hasil pelatihan. Caranya?
1. Dengarkan kembali paparan dari narasumber.
Mungkin pelatihan tersebut didokumentasikan dalam bentuk video yang diupload di YouTube, voice note, text, dan lain sebagainya. Dari situlah kita dapat mengingat dan mendengarkan kembali materi yang disampaikan oleh narasumber.
2. Ambil poin - Poin penting dari materi yang disampaikan
3. Kembangkan poin-poin penting materi dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa kita sendiri
4. Jika terpaksa mengcopy paste paparan dari narasumber, jangan lupa sertakan kutipan di dalamnya. Ini penting untuk mencegah terjadinya plagiarisme.
5. Berikan intro atau kalimat pengantar sebelum masuk ke inti dari materi pelatihan
6. Boleh juga diberikan referensi dari sumber lain di luar materi pelatihan yang kita ikuti. Namun, referensi tersebut haruslah memiliki tema yang sama dengan tema pelatihan yang kita buat resumenya.
7. Berikan kalimat penutup untuk setiap resume yang dibuat
8. Sertakan daftar pustaka
9. Tis dengan EYD yang sesuai
Setelah resume kita buat, langkah berikutnya adalah mengumpulkan dan menggabungkan resume-resume tersebut menjadi satu buah buku. Kita dapat mengikuti pedoman penulisan buku dari langkah yang dipaparkan oleh bapak Akbar Zainuddin dalam bukunya UKTUB. Langkah tersebut yaitu TOJTRP . Apa itu?
1. Tema
Tentukan tema pelatihan yang materinya akan kita buat menjadi sebuah buku. Sebagai contoh kita pernah mengikuti Diklat tentang media pembelajaran jarak jauh, tema tersebut dapat dijadikan sebagai tema menulis buku hasil resume pelatihan
2. Outline / daftar isi / TOC
Outline / daftar isi ini sangat berguna bagi seorang penulis. Hal ini karena adanya outline menjadikan penulis akan lebih terarah dalam tulisannya. Outline juga dijadikan sebagai panduan dalam menulis. Pembuatan outline dapat mengikuti pedoman 2 W + 1H yaitu why, what dan how. Tuliskan outline berdasarkan ketiga pertanyaan tadi.
Sebagai contoh tema buku kita adalah media pembelajaran jarak jauh, maka outline dapat dituliskan sebagai berikut :
WHY menjawab mengapa media penting, Manfaat media, dan alasan penggunaan media
WHAT menjawab apa itu media, jenis media, karakteristik masing-masing media
HOW menjawab cara pembuatan media, penerapan media dalam PJJ, kelemahan dan kelebihan
Tentunya semua jawaban ini haruslah ada dalam materi pelatihan yang kita peroleh
2. Setelah outline jadi, kumpulkan hasil resume yang telah kita buat sebelumnya. Susun berdasarkan outline yang kita buat. Jika terdapat outline yang ternyata tidak ada resumenya, kita dapat menambahkan referensi dari sumber lain di luar materi pelatihan yang kita buat resumenya.
3. revisi (editing)
Lakukan editing pada bagian-bagian yang dianggap perlu diedit. Editing dapat berupa pembenaran struktur kalimat, tata bahasa, ejaan, tanda baca, dll. Kita dapat meminta bantuan teman lain untuk memberikan komentar terhadap buku kita mengenai isi, tata bahasa atau hal lainnya. Ini akan membantu kita dalam proses editing. Karena jika kita melakukan editing secara mandiri (self editing) tentunya kita merasa bahwa karya kita sudah sempurna. Lain halnya jika orang lain yang membaca dan memberikan komentar. Pasti ada sesuatu yang perlu dibenahi
4. Buat kelengkapan buku
Setelah semua proses selesai hingga tahap editing, buat kelengkapan buku meliputi halaman judul, kata pengantar, sinopsis, profil penulis, dan cover buku
5. Masukkan penerbit
Langkah terakhir adalah kirimkan naskah buku kita ke penerbit. Untuk pilihan penerbit, bebas sesuai minat masing-masing penulis. Boleh diterbitkan melalui penerbit indie maupun penerbit mayor. Keduanya ada plus minusnya.
Dalam menerbitkan buku hasil resume, jumlah minimal halaman buku yaitu 70-80 halaman. Namun, tiap penerbit pasti memiliki gaya selingkung masing-masing. Penulis tinggal menyesuaikan naskah bukunya dengan gaya selingkung dari penerbit yang dituju.
Nah, sekarang kita masuk contoh outline materi dari hasil pelatihan
Contoh pembuatan daftar isi buku dari resume materi hasil webinar
1. Tentukan tema
pilih tema webinar yang sudah pernah diikuti untuk diubah menjadi sebuah buku.
Contoh: tema media pembelajaran masa depan
2. buat judul
Pembelajaran masa depan ada beberapa pilihan antara lain Gamifikasi, Augmented reality, mobile learning, blended learning, flipped learning dll. Saya pilih Augmented reality, jadi judul saya menjadi
AUGMENTED REALITY, SOLUSI PEMBELAJARAN MASA DEPAN
Judul buku tidaklah sama dengan judul karya ilmiah yang kaku. Gunakan bahasa yang santai pada judul buku namun tetap mencerminkan isi buku. Judul buku sebaiknya maksimal 5 kata agar tidak terlalu panjang
3. Setelah judul, kita buat daftar isi. Ikuti pedoman 2 W + 1H
What :
karena bertema tentang pembelajaran masa depan, maka dapat dikaitkan dengan revolusi pendidikan. Jadi kita dapat menulis tentang pendidikan 1.0 hingga pendidikan 4.0. poin 1 ini dapat dijadikan sebagai bab 1
BAB I revolusi pendidikan
1.1 pendidikan 1.0
1.2. pendidikan 2.0
1.3. Pendidikan 3.0
1.4 pendidikan 4.0
2. Kita juga dapat membahas macam pembelajaran yang dapat digunakan di masa depan. Poin 2 dapat dituliskan menjadi bab 2
BAB II pembelajaran masa depan
2.1. blended learning
2.2. Filippes learning
2 3. Gamification
2.4. Augmented dan virtual reality
3. Lalu kita baru masuk ke pembahasan tentang Augmented reality
BAB III mengenal Augmented reality
3.1. Pengertian AR
3.2.komponen Augmented reality
3 3. aplikasi pembuat Augmented reality
3.4. karakteristik Augmented reality
4. Mungkin dapat juga dibahas mengenai apa itu media pembelajaran karena Augmented reality masuk ke dalam jenis media pembelajaran
Why
Kita bahas mengenai pentingnya Augmented reality dalam pembelajaran. Poin ini dapat menjadi bab 4
BAB IV
4 1. Permasalahan dalam pembelajaran
4 2 pembelajaran ideal
4 3. Pentingnya Augmented reality dalam pembelajaran
How
Kita bahas mengenai cara membuat Augmented reality dan bagaimana Augmented reality diterapkan dalam proses pembelajaran. Poin ini dapat menjadi bab 5 dan bab 6
BAB 5 pengembangan Augmented reality
5.1. tahap perancangan
5 2. Tahap pengembangan
5 3. Tahap uji coba
BAB 6 Augmented reality dalam pembelajaran
6.1. skenario pembelajaran
6.2. Augmented reality terhadap hasil belajar siswa
6.3. Augmented reality terhadap aktivitas siswa
6.4. kelebihan dan kekurangan
Dengan demikian, dari satu pelatihan tentang augmented reality, kita sudah memiliki sebanyak 6 bab yang siap ditulis dan dijadikan buku solo kita
Lebih mudah bukan?
tema sudah siap, materi sudah ada, hanya tinggal pengembangan dari materi yang kita dapat dari pelatihan saja
Komentar
Posting Komentar