APA ITU PENTIGRAF DAN BAGAIMANA CARA PENULISANNYA
TEKNIK MENULIS PENTIGRAF
Sebelum sy mulai ini ada 2 contoh cerpen. Tolong dijawab mana yg pentigraf bapak ibu. Contoh 1 atau contoh 2
Contoh 1:
Kumandang Azan Maya
Sebagai istri ketua takmir, Maya ikut sedih. Tiap hari, mereka berdua memikirkan bagimana caranya agar orang-orang di desanya bisa aktif shalat ke masjid. Bayangkan, dipanggil Allah lima kali sehari semalam tak ada yang terpanggil untuk datang padahal yang memanggilnya adalah Allah yang memberi segala kehidupan.
Setelah dialog agak lama, maka diputuskannya agar Maya jadi muazin sementara. Suara Maya memang terkenal merdu. Pernah juara qari nasional. Keputusan ini bukan hal yang mudah dijalaninya. Tapi demi kemajuan jamaah kampung, hal demikian dijalani saja oleh Maya.
Pagi itu, sehabis shalat dhuha, Maya pergi ke masjid. Waktu menunjukkan pukul 08.07 menit. Agak berat juga langkahnya ke masjid tapi niatnyalah yang membantunya jadi ringan.
Masjidnya terbuka jadi tak perlu repot membukanya. Masuklah Maya menuju ruang pengeras suara. Tidak dikunci juga. Dengan membaca bismillah dalam hati, Maya memulai azan pertamanya dalam seluruh hidupnya.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar! " Nadanya bergetar. Berlinang air matanya. Angin pagi terdiam. Beburung berhenti di dahan. Pelangi menguncup di cakrawala.
Di luar suara bising gaduh mulai tercipta.
" Allahu Akbar, Allahu Akbar! "
" Sopo sing gendheng iki. Isuk-isuk azan?"
Orang-orang kampung mulai keluar rumah semua. Yang di sawah berhenti bekerja berlari menuju arah azan. Maya masih melanjutkan azan.
" Asyhadu an Laailaaha illallah. Asyhadu an Laailaaha illallah. "
" Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah. " Mulai terisak
Masjid penuh orang. Tapi belum ada yang masuk ke masjid. Maya melanjutkan azannya.
" Hayya alas shalaah, hayya alas shalaah."
Orang orang-orang langsung naik masjid. Ada yang copot sandal, ada yang tudak sempat. Setelah tahu bahwa yang azan Maya, orang-orang menghentikan langkahnya jarena mereka tahu Maya istri ketua takmir.
" Pean gila, Bu Maya! "
" Hayya alal falaah. Hayya alal falaah. " Maya tak tahan menahan tangisnya. Suara dengung tak didengarnya.
" Allahu Akbar Allahu Akbar. Laailaa ha illallah. "
Setelah berdoa Maya menoleh ke belakang. Orang-orang ramai menuding ke wajahnya tanpa sungkan lagi.
"Pean gila, Bu! "
Maya tersenyum.
" Kok Bisa? "
... .
Setelah debat ramai, Maya menjelaskan
" Aku mungkin gila tapi lebih gila saudara semua, bukan? Sudah tahu ini bukan waktunya salat tapi saudara tertarik suaraku karena dianggap gila. Coba lebih gila mana sekarang? " Nadanya bergetar
" Coba Saudara pikir, berapa kali Saudara dipanggil Salat tapi mengabaikan padahal yang memanggil adalah Allah, yang memberi kehidupan kalian. Tapi saat Saudara dipanggil orang yang Saudara anggap gila Saudara datang. Memang Saudara semua butuh orang gila seperti saya. " Maya menutup kalimatnya.
Semua yang hadir terkatup. Ada yang diam-diam menuju kran wudu, ada yang diam-diam nyelinap pulang, ada yang menangis di sarung lusuhnya.
Sejak hari itu, orang-orang kampung menuju masjid takut Maya azan lagi. Mereka malu.
SHT, 100919
Contoh 2:
Aku Dicampakkan
Tubuhku putih menarik semua insan. Sebelum dipinang saya selalu rapi, bersih dan menjaga diri. Dalam kilatan sinar gemerlap aku dipinang dalam kaadaan masih perawan.
Aku selalu diajak kemanapun pergi dengan mobil putihnya yang keluaran produk baru. Aku selalu duduk di sampingnya dengan parfum mobil yang semerbak mewangi bagai bulan madu setiap hari. Betapa bahagianya hatiku selalu berbunga-bunga. Menemukan seseorang yang menawan, kaya, dan lemah lembut. Aku selalu membelai wajahnya, tangannya dengan lembut.
"Betapa terkejut dan sakit hatiku hari ini, aku dilempar, setelah ditelanjang, diciumi lalu aku diperkosa untuk membersihkan kedua lubang hidung yang penuh lendir," gumamku. Lalu aku dilempar dalam tong sampah di mobil yang bau.
Rumah Syiar Tlanak, 07112021.05.45
Cak Inin Mukminin
Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih.
Tengsoe Thahjono, sang penggagas pentigraf. Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu membikin pentigraf sejak 1980-an dan menyebarkannya lewat koran Suara Indonesia.
Tahun lantas berganti, pola komunikasi berubah. Pada 2015 Tengsoe memamerkan pentigraf-pentigrafnya di akun Facebook miliknya. Rupanya, tulisan itu menarik minat banyak orang
Karakteristik pentigraf terdiri atas tiga bagian;
pendahuluan,
inti/isi,
dan penutup.
Tiga bagian itu tak selalu berurutan. ’’Bisa juga misalnya penutup dulu, baru pendahuluan, lalu isinya di belakang. Tapi, pada intinya, tiga struktur itu tidak bisa dihilangkan dari pentigraf,”
Dalam tiga struktur tersebut, pentigraf memuat enam elemen yakni:
latar, alur, tokoh, tema, konflik, dan sudut pandang.
Setiap paragraf hanya boleh membuat satu kalimat langsung.
Satu pentigraf dibatasi maksimal 210 kata. Makin pendek, makin baguslah pentigraf itu.
JALAN KALIANAK
Dhofar Usdhof
"Dek! Jangan berdiri di situ. Masuk sini!" ucapku pada istriku sambil teriak. Akan tetapi sepertinya tidak mendengarku. Apalagi melihatku yang ndepis di pojok. Istriku tetap termangu di depan kaca kamar. Pandangannya menembus ke dalam ruangan.
Sosok pria yang dilihatnya mirip dengan aku. Hanya saja wajahnya penuh warna merah darah. Kepalanya sebelah kanan juga mengembang sebesar bola voli. Entah kenapa bisa seperti balon yang ditiup. Dia melambaikan tangan ke istriku. Istriku masuk berlari bersama seseorang yang berbaju putih-putih.
Masih kuingat tadi sore aku berkendara di jalan Kalianak. Aku terobos barisan truk-truk yang beroda empat sampai delapan belas. Aku libas jalanan seperti kilat. Entah laju motorku kapan berhenti. Hingga aku lihat sosok pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. Semburat di lantai sambil menuliskan, "Selamat! Anda berhak mendapat santunan jasa raharja 10 juta rupiah." Oh! Aku masih hidup.
Gresik, 5 November 2021
[20.23, 17/3/2022] Pak Mukminin: Kapak Bertuah
@pentigraf_hariyanto
Kisah hilangnya beberapa batang kayu dari hutan kampung menyimpan banyak misteri. Bagaimana mungkin 10 batang kayu hilang dalam semalam. Siapa pelakunya dan alat apa saja digunakan.
Kepala Desa geram sekali mendengat kabar itu. Seluruh staf desa dikumpulkan dan dimintai keterangan tentang raibnya kayu-kayu tersebut. Tetapi rapat kecil itu menjengkelkan hati Kepala Desa. “Bagaimana bisa ketemu semua diam, warga diam semua tidak tahu ?” Tangan Pak Kades menggebrak mejanya.
Sebuah mobil memasuki halaman Kantor Desa dan seorang warganya keluar dari mobil. Diikuti beberapa orang berseragam dan bercupak cukurnya. Pak Parto keluar dengan sebuah kapak tuanya di tangan. Dia tidak diborgol namun siap jadi penunjuk jalan titik terang masalah pencurian itu. Dialah pemilik kapak bertuah, matanya tajam menatap semua pohon di kampungnya.
Blitar, 1 Juni 2021
Oleh. Hariyanto
[20.25, 17/3/2022] Pak Mukminin: 2 contoh ini termasuk Pentigraf yg terpilih bersama beberapa teman yg dibukukan dalam Kitab Pentigraf di KPI (Kampung Pentigraf Indonesia) Presidennya Dr. Tengsoe Tjahjono
[20.26, 17/3/2022] Pak Mukminin: Saya yakin setelah belajar bersama ini bapak ibu bisa membuat pentigraf.
[20.27, 17/3/2022] Pak Mukminin: Ini contoh paragraf sy blm masuk Kitab Pentigraf tetapi sy terus belajar tidak patah semangat. Alhamdulilah sdh nyicil dapat 15 pentigraf, jika sdh cukup akan saya terbitkan buku solo
[20.28, 17/3/2022] Pak Mukminin: Optimis pada Tuhan
Hamida dan Tulus sebuah pasangan yang harmonis, sudah 15 tahun belum punya momongan. Sudah ikhtiyar ke sana ke mari namun belum hasil. Tulus memeriksakan istrinya ke dokter spesialis kandungan. Dalam pemeriksaan dinyatakan kandungan Hamida sudah rusak harus dioperasi untuk dipotong. Hamida dan suaminya menolak. Mereka berkeyakinan pasti Allah menolong hambanya yang penuh keyakinan.
Hamida dan Tulus mendaftar ibadah haji. Mereka akan ibadah dengan sungguh-sungguh dan berdoa di tempat-tempat mustajabah: di Multazam, Maqom Ibrahim, Talang Emas, Bukit Sofa dan Marwah, dan Padang Arofah di atas Jabar Rahman. Tahun 2013 Hamidah dan Tulus berangkat Haji. Mereka khusus beribadah dan berdoa dengan di tempat-tempat mustajabah. Serangakaian ibadah.
Ketika jamaah haji berpindah ibadah ke Madinah untuk bersholawat di depan makam Nabi Muhammad serta berdoa di Taman Surga atau Raudhoh, Hamidah sakit. Tapi alhamdulilah tetap bisa melaksankan serangakian ibadah dengan lengkadan shalat Arbain yaitu jamah 40 rekaat tanpa putus di Nabawi. Seperti peribahasa, Bulan Jatuh dalam Ribaan, ketika di rumah Hamidah periksa, betapa terkejutnya. "Selamat Bu Hamidah, ibu hamil," kata dokter. "Alhamdulilah, Allahuakbar!" 3 x, teriak Hamidah dan Tulus dengan berurai air mata bahagia sujud syukur.
Rumah Syiar Tlanak, 2012202. 06.47
Cak Inin Mukminin
Kuliahku Karena Turuti Mama
#pentigraf14#
Selepas lulus SMA Titin harus kuliah yang tidak sesuai dengan dicita-citakan. Kerana ia bercita-cita mengambil jurusan Management ternyata dimarahi dan dipaksa mamanya untuk keliah Kedokteran. Mamanya patok bangkrong wajib ikuti Mama. Sebagai anak Sholehah dari pada gegeran maka ia manut.
Titin kuliah dijalani dengan setengah hati dan keterpaksaan. Untuk menghilangkan penat ia sering main dram. Tepat 4 tahun Titin ngempet dan lulus Sarjana Kedokteran. Betapa gembiranya Papa Mamanya.
Usai wisuda Drive Thru yang pakai mobil. Maka Mama Papanya mengajak foto ke Studio dengan adiknya laki-laki. Setelah itu makan-makan di depot. Tiba di rumah ijazah S1 Dokter Muda di serahkan ke Mamanya. "Terima kasih, Ma...saya sudah di kuliahkan sesuai permintaan Mama, ini ijazah saya serahkan, saya tidak mau jadi dokter walau pun di klinik Mama, saya tak tidur," ujar Titin dengan menangis. Mamanya ternganga mendengar ucapan anaknya, bagai disambar petir di siang hari. Lalu tak ingat.....
Rumah Syiar Tlanak, 28102021.17.20
Cak Inin Mukminin
ESSAY DAN PENTIFRAF
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI), esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Secara umum, esai adalah sebuah tulisan prosais yang menyajikan gagasan subjektif-personal tentang suatu masalah berdasarkan sudut pandang pribadi penulisnya.
Sedangkan Pentigraf
pentigraf adalah kependekan dari Cerpen Tiga Paragraf yang diinisiasi oleh akademisi dan Sastrawan Unesa, Prof. Tengsoe Tjahjono. Seperti singkatannya, cerpen ini terdiri dari tiga paragraf saja, tidak lebih.
Apakah ada aturan pentigraf? Ada…!!!
1. Harus tiga paragraf
2. Maksimal 210 kata
3. Ada tokoh, alur, dan konflik
4. Maksimal satu kalimat langsung (dialog) dalam tiap paragraf
5. Harus selesai (tidak boleh bersambung).
Sesederhana itu saja aturan yang saya pahami dalam menulis pentigraf.
Pengetahuan lainnya, pentigraf termasuk bagian darifiksi mini. Fiksi yang singkat dan padat.
PENTIGRAF DAN CERITA MINI
Pentigraf. Ini aturannya
Harus 3 paragraf, tidak boleh lebih dari 210 kata. Kurang boleh. Di paragraf ke tiga adak Twist yg mengejutkan.
Cermin= cerita mini. Cerpen pendek lebih panjang dari pentigraf. paragrafnya bebas banyak.
. Pentigraf tidak boleh lebih 3 paragraf dan tidak boleh lebih dari 210 kata. Krn ini patokannya. Jika ceetia ibu dijadikan pentigraf ya harus diperpendek dan patuhi aturannya ini.
Assalamu'alaikum wr wb Saya Elis Mariyani dari Cianjur.
Pertanyaan :
1. untuk membuat satu buku pentigrap minimal berapa karya dan bagaiman membuat sinopsisnya jika dalam pentigrap tersebut berbeda beda tema
2. untuk membuat satu buku pantun minimal berapa pantun
Terima kasih Bu Mariani.
Untuk kedua karya itu, baik pentigraf dan Pantun dapat nilai angka kredit minimal 40 pantun. Satu pantun satu halman. Demikian pula dg nasakah 1 Pentigraf jadi 1 halaman.
Tetapi blm bisa dijilid untuk menjadi buku terlalu titip. Diusahakan 70-80 halaman. Seandainya mentok ya bisa minimal 55 halaman + judul, kata pengantar, daftar isi dan biodata penulis bisa jadi 60 hlm.
Komentar
Posting Komentar