Aa Kiki-ku di wisuda, 12-12-21
Aa Kiki-ku di wisuda, 12-12-21
https://youtu.be/o3OpoFlBJCM
Rasa bahagia, haru dan sedih bercampur aduk di hatiku. Berbaur dalam dada menghiasi air mata yang jatuh membahasahi pipi meluapkan kebahagiaan menatap wajah anakku nun jauh di sana yang sedang berbahagia karena akan berwisuda.
Saat sebelum melaksanakan wisuda, ustadz pembina kamar mengirimkan foto para santri mengenakan batik bernuansa biru. wow... sungguh membuatku sedih, haru, dan bangga padanya.
Keinginan untuk berjumpa dengannya berkecamuk dalam relung kalbu. Namun apa daya. sudah dari jauh-jauh hari ponpes menetapkan bahwa untuk walisantri wisuda binnadzhor tidak diperkenankan untuk menghadiri putranyaπ’π’. Apa mau dikata... ya sudahlah kami harus patuh pada peraturan ponpes demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan bersama. Tidak bisa hadir bukan berarti tidak mendoakan, tidak memberi restu, tidak bahagia. Do'a selalu membersamaimu, nak dalam setiap langkahmu, dalam setiap langkah anak-anakku dalam menggapai ridho Ilahi, mencari ilmu untuk menambah kompetensi diri sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat nanti.
Kembali ke acara wisuda, pada pukul 7, pembina kamar JF 11 memberikan info bahwa acara dimulai pada pukul setengah sembilan. Pada saat itu, aku sedang berada di alun-alun kota kabupaten Pandeglang untuk mengantar anak keduaku mengaji. Membaca berita itu, aku bergegas pulang dan langsung menyalakan laptop agar puas menonton melalui Youtube. Alhamdulillah...hidup di zaman sekarang, zaman teknologi yang serba canggih, termasuk bisa menonton anakku di wisuda.
Meski hanya melalui Youtube aku sangat senang. Kuikuti proses demi proses nya dimulai dari pembukaan, sambutan-sambutan dari pemimpin ponpes MQ Tebiureng Jombang, pemanggilan para wisudawan qiro'ah sab'ah, Tahfidz, pembagian hadiah bagi santri berprestasi sampai tiba saatnya giliran para wisudawan binnadzhor yang dipanggil.
Betapa dag dig dug nya hatiku melihat para santri satu persatu dipanggil untuk naik podium. Sungguh tak sabar rasanya ingin segera kumendengar pembawa acara menyebut namanya untuk naik podium menerima map yang selama ini ditunggu-tunggu. Aku benar-benar membayangkan wajah pemudaku, seandainya jika aku menghadiri langsung. Aku peluk dia dengan hangat penuh kebanggaan.π’. Ditambah suasana para orang tua walisantri Qiro'ah Sab'ah dan Tahfidz yang hadir dan bisa memeluk anaknya dengan penuh haru biru yang turun dari podium membuatku menjadi bertambah mellow, membayangkan akulah yang sedanag berada di sana. Insyaallah tahun berikutnya aa kiki jadi wisudawan tahfidz ya, nak. Aamiin.
Terima kasih yang tak terhingga untuk semua ustadz, ustadzah yang membimbing anakku dan seluruh santri. Semoga menjadi ladang pahala yang balasannya adalah Syurga Allah yang penuh dengan kenikmatan.
Pesan untuk anakku sayang, teruslah semangat menuntut ilmu demi masa depan. Pelihara ia, amalkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan kebarokahan dan kebahagiaan. Jangan sampai ilmu yang kau dapat membuatmu semakin sombong. Ikutilah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Ingat pula keutaman adab daripada ilmu bahwa ilmu harus disertai dengan akhlak mulia. Semoga semua anak-anakku menjadi sosok yang berilmu, bisa mnengamalkan ilmunya dan juga menjadi sosok yang berakhlakul karimah. Aamiin
Perjalananmu masih sangat panjang, setelah ini, kami orang tuamu disini berharap aa kiki bisa lebih semangat lagi untuk bisa ke tahap berikutnya. Semangat ya sayang ππ....
Komentar
Posting Komentar