Ceritaku...

 Hari Kamis 4 November 2021 saya sdh tiba di sekolah pukul 07.20. setibanya di sekolah kedatangan saya disambut hanya oleh beberapa orang saja, siswa perempuan. Selebihnya siswa laki2 ku masih asyik bermain bola.. wow. Saya selalu menganggap hal itu biasa, tidak ingin dijadikan beban karena itu memang masa nya anak2 menikmati masa kecilnya dengan penuh gembira. Namun, saya tetap menyadari bahwa saya hrs terus mengingatkan ttg kedisiplinan kepada siswa. 

Selang beberapa menit kedatangan saya, siswa mulai masuk Ke kelas namun masih dalam formasi belum lengkap. 3 orang lagi yg belum hadir. Salah seorang siswa laki-laki saya suruh utk menjemput temannya yg belum hadir di kelas. 

Selang 5 menit, datanglah 3 siswa lagi. Mereka datang dengan muka merah, baju bercucuran keringat dan nafas terengah-engah.

"Dari mana kamu, nak?" Ucapku mencoba utk selalu bertutur kata bijak sesuai pedoman SRA (sekolah ramah anak).

Mereka langsung duduk di kelas, tanpa ucapkan salam, apalagi meminta maaf. Tak apa saya anggap wajar, karena ketidaktahuan dan kurang pembiasaan bisa dari rumah, sekolah (baru masuk PTMT) maupun Masyarakat sekitar yang menurut saya memang ada perubahan antara anak2 zaman dulu dan sekarang yg kurang memperhatikan sopan santun. 

"Main bola, Bu." Jawab salah seorang siswa .

" Menurutmu, apakah ini waktu yg tepat utk main bola, nak?" Mereka terdiam

"Tidak, Bu." Jawab semua siswa.

"Nah, kalian sebetulnya tahu kan kalau yg kalian lakukan itu salah?" Ucapku dengan nada tenang.

" Ibu harap tdk terjadi lg hal seperti ini yah."

"Iya, Bu." Semua siswa menjawab serentak.

" Baik, kita mulai pembelajaran hari ini, ya. Silakan siapkan buku matematika."

Terdengar siswa berbicara "Bu, ada PR"

" Ok, siapa yg mau mengerjakan di depan?" Semua terdiam, semua ragu, semua tdk mau.

"Saya selalu mencoba meyakinkan mereka bahwa harus terbiasa utk berani ke depan, baik berpendapat atw mengerjakan tugas di depan. 

Hafidz, siswa yg dikenal pintar di kelas ternyata dia susah kalau untuk disuruh maju. Sikapnya yang pendiam dan pemalu membuat saya greget. Kan sayang, sdh ada potensi tapi tdk mau dikembangkan, tdk mau dibiasakan. 

Melihat hal ini, jadilah saya berceramah, memberikan contoh orang-orang sukses, orang-orang hebat agar mereka termotivasi utk menjdi org sukses. Saya bercerita kepada siswa bahwa orang yang sukses berawal dari kesungguhan dan semangat dalam meraih impian, sebaliknya orang yang gagal adalah orang yang malas, tdk mau berbuat hal-hal positif utk mengembangkan potensi diri sekalipun dia orang pintar jika malas maka tdk akan berkembang. Tapi orang yg kurang pintar jika rajin maka pasti maju dan sukses. Apalagi kalau orang pintar ditambah dengan semangat belajar , ditambahkan pula dengan dekat kepada Allah, luar biasa kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat pasti akan kalian raih. 

Duh... Pagi2 jadi penceramah, akhirnya. 

Saya berharap kata-kata saya tadi membekas dalam ingatan siswa.


Mohon maaf jika kata-katanya banyak yg kurang tepat.πŸ™πŸ™

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jambore GTK Hebat 2025: Mendorong Transformasi Pendidikan di Pandeglang

Cerita Nimas dalam Jambore GTK Hebat 2025 Tingkat Kabupaten Pandeglang

"Road to Jombang: Demi Wisuda Anak, Eh Malah Ketemu "Jodoh" Obrolan di Pojok Baca!